Rafian PoV. "Dilea. Dilea. Kamu kenapa?" tanyaku panik. Sambil berlari ke arah wanita yang tengah mengatur nafasnya yang tersengal-sengal itu. Padahal, ia tidak abis olahraga. Tapi, badannya pun bercucuran keringat seperti orang yang baru saja lari marathon 10 kilometer. "Ayo, minum dulu," ucapku sambil menyerahkan segelas air putih yang sudah tersedia di meja samping tempat tidur. Dilea pun langsung meraih dan meminumnya segera. Meskipun, pandangannya masih kosong terus menatap ke depan. Entah melayang kemana. "Loe kenapa Dil?" tanyaku pelan sambil mengelus rambutnya yang panjang. Tiba-tiba pintu kamar pun diketuk dengan cukup keras. Tok. Tok. Tok. Tak mau membuang waktu aku langsung beranjak dan mendekati pintu depan itu. Cekrek!! Pintu kubuka dan menampakkan sosok Tante Devi dan Om

