Bab 9

1001 Kata

Randy menghirup udara dalam-dalam. Suara rintik hujan menjadi backsound yang begitu indah."Sangat indah..." "Tapi, terlalu dingin juga tidak bagus. Kita butuh tetap butuh kehangatan dari matahari. Hidup itu tetap harus seimbang." "Kamu mataharinya!" Randy mengerlingkan matanya. Ana tertawa."Matahari untuk selama dua Minggu?" "Bagaimana kalau selamanya?" "Jangan ngaco!" Ana memilih untuk duduk, hujan pun turun dengan deras. Aroma hujan dan udara dingin menusuk ke dalam hidungnya. Terasa segar. Randy duduk di sebelah Ana. Ana bergeser. "Jangan jauh-jauh,"protes Randy. Ia merapatkan tubuh mereka seolah-olah tidak ada space lagi. "Oke..." Ana menurut saja. Ia tersentak saat tiba-tiba Randy mengecup bibirnya. "Kamu kan ke sini untuk liburan. Kenapa kita di dalam villa aja?" tanya Ana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN