Padahal Kim Taeri sudah benar-benar terbiasa bekerja untuk Jinseok. Pekerjaannya jadi tidak terasa sulit lagi—mungkin masih, tapi tidak membuat mencak-mencak sampai ingin keluar atau menyerah saja. Dia sudah hapal beberapa kebiasaan Jinseok dan mengatur jadwal atau keinginan dengan sigap. Tapi keadaan tidak bisa setenang itu mengingat posisinya sekarang. Orang-orang di kantor tentu menyadari siapa posisinya sekarang. Perebut tunangan orang, penggoda ulung, penjilat dan banyak julukan lainnya. Taeri tidak tuli dan tak bisa diam begitu saja ketika dihina. Tapi kali ini dia memilih diam—tentu bukan mengatas namakan kesabaran atau segala hal yang dianggap benar dan diagungkan dalam sosial. Taeri diam karena apapun yang mereka katakan semakin menegaskan bahwa dirinya berada di bawah mereka semu

