SURAT

1384 Kata

*SURAT* Angin malam menerpa kulit putih Savierra dengan begitu lembut. Kini ia sedang termenung di dekat jendela. “Ya Allah, sebenarnya pantaskah jika aku menyimpan rasa terhadapnya? Apa dia juga punya rasa yang sama sepertiku? Atau mungkin, saat ini aku sedang mengalami jatuh cinta sendirian? Ah, entahlah.” "Hoy." "Apaan sih, Qil? Ngagetin aja." "Ngapain malem-malem ngelamun?" "Nggak ngapa-ngapain. Btw, buat teh gak bilang-bilang. Tau gitu nitip kali." "Enak bae ngasal nitip. Ke dapur sono. Kak Nayla ada disana kok. Buruan. Keburu malem." "Iya iya, Qila bawel." "Dih, yang ada kamu lebih bawel." "Terserah. Assalamualaikum." Ucap Savierra seraya pergi meninggalkan kamar. "Waalaikumussalam." Berjalan menuju dapur pesantren perlu melewati koridor kamar yang saat ini masih bel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN