Medina merasa kakinya tak lagi menapak bumi. Ia tak menduganya sama sekali. Di saat ia sedang jalan berdua dengan Jihad, ayahnya mengabari. Beliau sudah di depan pintu rumah. Tak mengetuk, tidak memanggil, tapi pilih menghubunginya dengan nada riang suksesnya sebuah kejutan. Alasan beliau cukup masuk akal, Tuan Guid selalu ditolak saat mengabari akan datang ke rumah. Tentu karena mereka harus menyembunyikan Gia dan Jihad. Biasanya Medina dan Gazain akan buru-buru berkunjung supaya sang ayah tak menjamah rumah mereka. βMedina sedang di luar, Yah,β katanya beralasan, suaranya tenang, menyembunyikan panik. βTapi mobil suamimu ada di sini.β βItu ... kami pergi dengan---β βSiapa di rumahmu?β tanya beliau meninggi, βDemi Allah, Medina. Kamu di mana?! Ayah mendengar suara perempuan, seper

