Dua bulan yang lalu. Medina dan Gia sama-sama di dapur, mereka berdua sedang berdiskusi tentang apa yang harus dimasak untuk siang itu. Suasananya akrab diselingi canda dan tawa. Seperti biasa, Medina tak lupa menyisipkan dakwah pelah-pelan di antara pembicaraan yang sesuai konteks. Tiap detik berharga. Medina tahu konsekuensi dari ayat yang sering dibacanya dalam salat. Manusia yang tidak merugi adalah mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Medina tak mau terkesan terlalu menggurui, tapi ia tak mau pula jika nanti di pengadilan akhirat ditanya andilnya dalam hal saling menasihati sesama. Gia tampak menyimak, sesekali juga menimpali. Sampai Gazain dan Jihad datang ke tengah-tengah mereka. βKurasa

