74 đź’• Kesalahan?

1501 Kata

Tiga hari berturut-turut Medina dan Gazain mendatangi kediaman Tuan Guid. Baru pada petang ketiga mereka membawa pulang senyuman lega. “Semua akan kembali seperti semula,” Gazain mengabarkan. Senyumnya tanpa sekat apa pun selain lega. Gia ragu, “Benarkah?” “Ya,” lelaki itu mengangguk yakin dan senang. Gia cukup senang dengan kabar itu. Sebagai ungkapan syukur ia spontan memeluk Gazain. “Terima kasih.” Sesungguhnya Gia masih merasa ada yang mengganjal. Hasil yang bukan seperti keinginannya, tetapi Gia tetap senang. Minimal dirinya tidak lagi dianggap duri pernikahan dan dibiarkan tetap jadi istri bagi suaminya. Sekalipun Medina juga tidak bergeser dari posisinya, Gia cukup bersyukur, karena semua pikiran kejinya tak terbukti. Medina memang berhati suci. Perempuan itu tak mengiring

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN