Kamu ayam?

1010 Kata
Malam harinya Langit rebahan di kasur besarnya. Ia sibuk bermain ponsel, chat dengan sekertarisnya, Gandhi. Banyak yang ia bahas mengenai acara lomba besok termasuk meeting yang harus ditunda untuk dua hari ke depan. Beberapa menit setelahnya, ia yang tidak lagi chat dengan Gandhi iseng membuka file manager ponselnya, ia cari file word berjudul "Ketampanan tersembunyi CEO" Hanya beberapa detik langsung ketemu, file word itu pun ia buka. Seingatnya ia baru sampai membaca di halaman enam. Ia pun scroll hingga halaman enam. Langit mulai membaca ceritanya. Berjam jam ia membaca tulisan itu, banyak ekspresi yang ia pasang ketika membaca tulisannya. Tertawa, cemas dan penasaran, hingga tak terasa sudah halaman ke seratus ia membacanya dan jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Tak terasa sudah empat jam ia membaca novel karya Senja. Gadis itu hebat juga, menulis sampai empat ratus halaman lebih. Pasti dia menghabiskan waktu dan tenaga yang banyak untuk menulis novelnya. Disatu sisi Langit kagum dengan Senja. Kebetulan sekali tulisannya tentang seorang CEO, sama seperti dirinya yang juga seorang CEO. Jika teringat dengan Senja, ia jadi ingat dengan nama akun f*******: Senja yang bernama "Senja di langit biru" Ia yang penasaran pun segera masuk ke aplikasi f*******:. Ia cari di kotak pencarian "Senja di langit biru" Setelah dicari, ternyata langsung ketemu di paling awal pencarian. Menampak profil bergambar bunga aster itu menyedot perhatiannya. Langit pun mengklik profil dengan nama akun "Senja di langit biru" itu dan muncul foto sampul bergambar langit biru dan bio bertuliskan. "Kenapa liat liat? Naksir ya? ?" Langit terdiam sambil melihat kearah profil sss Senja. Ia mendiamkan jarinya diatas ikon "tambah sebagai teman" ia ragu ingin menambahkan Senja atau tidak sebagai teman facebooknya. Tapi ia teringat dengan perkataan Gandhi tadi siang. "Sebelum janur kuning melengkung bapak harus bisa merebut dia kembali. Bapak harus memiliki keberanian itu." Ia tidak ingin terlambat, tapi apakah perasaannya sendiri benar? Apakah ia benar benar telah jatuh cinta pada Senja? Lama lama jempolnya pegal sendiri didiamkan begitu, namun tiba tiba jempol yang baru akan ia angkat malah menyentuh dan menekan ikon tambah sebagai teman. Langit panik. "Duh gawat." Muncul tulisan di ikon barusan jadi "Permintaan pertemanan sedang diproses". Langit yang baru akan membatalkan permintaan pertemanan tiba tiba mendapat notifikasi permintaan pertemanan diterima. Sial. Ia kalah cepat, gadis itu keburu mengkonfirmasi pertemanannya. Ia pun menaruh ponselnya dan tutupi wajahnya dengan bantal. Rasanya ia baru saja melakukan kesalahan terbesar. Beberapa saat setelahnya ia ambil kembali ponselnya dan lihat ada messenger. Mungkinkah dari Senja? Ia pun langsung bersemangat membuka messenger-nya. Saat dibuka, ternyata hanya notifikasi "anda sudah berteman dengan Senja di langit biru" Baru saja Langit merasa senang, ternyata cuma notifikasi saja. Ia pun meninggalkan ponselnya dan mulai tertidur. Ia berbalik badan, tanpa sadar ponsel yang masih menyala dan belum terkunci itu memunculkan keyboard di ruang chat akun Senja di langit biru. Langit yang usik usikan kesana kemari tanpa sadar menekan tombol papan ketik dan mengetik chat pada Senja yang berisi "gdhkdgsi789" Hingga Langit tertidur pun ia tidak sadar telah mengirim chat pada akun Senja. Beberapa saat setelahnya ia pun mendapat notifikasi messenger dari seseorang. Ternyata dari Senja! Beberapa saat sebelumnya, di lain tempat. Senja sedang rebahan diatas kasurnya. Rasanya pegal sekali seluruh tubuhnya. Ini hari pertamanya bekerja dan tubuhnya sukses dibuat remuk. Namun Senja tidak akan menyerah begitu saja bekerja disana. Ia merasa sangat senang bekerja di perusahaan Langit corporation. Ia mendengar ada bunyi notifikasi di ponselnya. Ia pun melihat ponselnya dan melihat ada notifikasi permintaan pertemanan dari akun bernama "William" Senja langsung membuka aplikasi facebooknya. Sebelum ia terima permintaan pertemanannya, ia coba buka profil William itu. Foto profilnya bergambar quotes bertuliskan "Dunia tidak akan peduli tentang harga diri Anda. Dunia akan mengharapkan Anda untuk mencapai sesuatu sebelum Anda merasa baik tentang diri Anda. -Bill gates" Foto sampulnya bergambar suasana malam dan lampu kota dari atas gedung. Siapa gerangan orang ini. Senja jadi penasaran, ia pun menerima permintaan pertemanan akun William itu. Setelahnya Senja pun keluar dari f*******: dan masuk ke dalam aplikasi word. Ia lanjutkan menulis aplikasi diarynya. "Diary, hari ini adalah hari pertamaku bekerja sebagai office girl di LC. Aku sedih sekaligus senang. Tadi ada cewek yang memarahi aku, tadinya aku merasa sedih, tapi setelah pak Langit datang. Aku merasa sangat dibela sama dia. Bahkan dia mengatakan aku orang yang baik. Diary, kok aku jadi mikirin pak Langit gini ya ? aku gemes deh sama pak Langit, pas ngeliatnya itu loh bikin jantung jadi berubah bentuk lope." Tiba tiba ada notifikasi chat messenger dari William. Senja langsung membuka chatnya dan terkejut dengan isi chatnya. Mengapa isinya aneh sekali? "Apaan nih? Kepencet apa ya?" pikir Senja. Gadis itu langsung mengetik balasan. "Ini apa ya?" Sudah mengetik seperti itu namun Senja kembali menghapus ketikannya. Ia kembali mengetik. "Maaf, ini siapa ya?" ketiknya langsung kirim. Ada tulisan terkirim di bagian bawah chat Senja, masih belum dibaca. William sudah tidak aktif lagi di messenger. Tertulis di bawah profilnya tulisan aktif 5 menit yang lalu.Senja mendiamkannya hingga ia akhirnya ketiduran. Beberapa jam kemudian, di lain tempat. Langit terbangun tiba tiba di tengah malam, ia merasa tenggorokannya sangat kering, ia pun segera pergi ke dapur mengambil segelas air. Saat kembali ke dalam kamarnya, ia terduduk sembari menguap. Ia iseng melihat ponselnya dan ketika itu matanya langsung membulat saat ada messenger dari Senja di langit biru. Ia segera membuka isi chatnya dan dibuat terkejut dengan isi chatnya. "Maaf, ini siapa ya?" Langit juga melihat isi chat yang ia kirim tadi. Sial! Ia kepencet! Ia bahkan tidak menyadari hal ini! Ia pun cepat cepat membalas chatnya. "Maaf, tadi kepencet." Namun ia merasa ragu, ia pun menghapus kembali ketikannya. Ia kembali mengetik "Orang." lalu kirim. Tiba tiba akun Senja di langit biru online, ia terlihat mengetik. Gawat! Senja sedang online! langit pun menunggu nunggu balasan chatnya. "Kirain kambing ?" balas Senja. Langit tertawa. Ia langsung mengetik balasan. "Kambing bisa membalas chat?" tanya Langit "Bisa aja sih kalo diajarin?" "Lalu kamu juga berkemungkinan binatang ternak dong ya?" "Iya, aku ayam. Suka makanin gabah?" Langit tersenyum. "Oke saya panggil ayam ya?" "Jangan, aku bercanda kok, nanti jadi ayam beneran repot?" "Belum tidur?" tanya Langit
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN