Asma langsung menarik tasnya kala jam kerja telah usai. ia segera mencari Mycel yang hari ini tidak masuk kerja. Asma mengkhawatirkan kondisi Mycel. Ia takut telah terjadi apa apa pada Mycel. Kekhawatiran Asma menyelimutinya dari awal kerja hingga akhir. Ia tidak melihat Mycel sama sekali di tempat kerja. Asma pun tidak fokus dalam kerja dan ingin segera menemui Mycel, untuk memastikan keadaannya.
Ama menuju ke kontarakannya. berharap Mycel ada di sana. Perjalanan yang dekat terasa begitu jauh bagi Asma. Asma sangat mengkhawatirkan Mycel. ia tidak sabar untuk segera sampai di sana dan mendapati keadaan Mycel.
Nihil. Mycel sama sekali tidak berasa di kontrakannya. Hal ini membuat Asma tambah khawatir. Kemana Mycel berada. Itu selalu menyelimuti pikiran Asma. Asma mencoba memanggil Mycel kembali. Berharap Mycel tertidur sehingga tidak bisa mendengar dirinya menyebut namanya.
tetap saja nihil. Sepertinya Mycel memang tidak berada di tempat.Asma segera berlari. Mencari Mycel yang tidak ia ketahui keberadaannya.
Asma segera menarik gas motornya dan berkeliling mencari keberadaan Mycel. Sepanjang jalan Asma selalu melihat dengan teliti. Berharap Mycel dapat ia temukan baik secara sengaja atau pun tidak sengaja.
Pencarian Asma sepertinya sia sia. Asma tidak kunjung menemukan sosok Mycel juga. Laki laki yang ia cari keberadaannya. Mengapa begitu susah untuk mencari Mycel. Sudah hampir semua lorong dan sudut kota Asma kelilingi. Apa mungkin Mycel tidak berada di kota ini. Jika demikian, di mana Mycel berada ?
Tanpa mengenal lelah. Asma terus mencari keberadaannya. Mycel harus ia temukan hari ini juga. Jika ia gagal maka pikirannya tidak akan bisa fokus. Ia akan selalu memikirkan Mycel hingga tidak bisa tertidur. hal ini sudah Bernah Asma alami kala itu.
Asma mencoba untuk mencari di tempat yang lain.bahkan jangkauannya sudah tergolong jauh dari kontrakan Mycel. Asma sangat me khawatirkan Mycel. Asma pun tidak kenal lelah untuk mencari Mycel.
Tanpa di duga duga sebelumya. tidak pernah terpikir juga oleh Asma. Tanpa sengaja, ia melihat Mycel yang sedang terduduk di kursi taman. Mycel sendiri. Tanpa siapa pun yang berada di sana. Mycel tampak murung. Hal ini di ketahui Asma dari jarak dekat yang ternyata ia masih bisa melihat ekspresi wajah Mycel dengan jelas.
Asma memarkirkan motornya. Segara melepas helm dan berlari mendekati Mycel.
"Mycel !" teriak Asma.
Mycel menoleh. 8a menyadari kehadiran Asma.
"Mycel"
"Mycel"
Asma terus berlari mendekat ke arah Mycel. ia selalu melontarkan namanya. ibarat ia melepas rindu dan ke khawatirannya.
Asma langsung terduduk di dekat Mycel. Ia sangat senang. Akhirnya ia bertemu dengan Mycel.
"Kenapa Asma? " Mycel langsung menanyakan kepada Asma. kenapa ia bisa sampai berada di tempat ini dan memanggil manggil namanya.
"Kemana saja kamu, kenapa tidak bekerja ?" Asma menjawab pertanyaan Mycel itu. Jelas kelas Asma mengkhawatirkan kabarnya. Satu hari penuh dari pagi hari hingga sore hari ia tidak mengetahui sama sekali kabar dari Mycel.
"Aku sedang ingin istirahat saja" Mycel menjelaskan alasannya.
"Kenapa sampai sejauh ini hanya untuk istirahat?" Asma terheran heran dan ia terus sama memberikan pertanyaan demi pertanyaan pada Mycel untuk alasannya. Ia ingin mengetahui dengan detail alasan Mycel. tidak mungkin tidak ada sesuatu yang tengah melandanya.
"Tidak apa apa. Aku hanya ingin suasana yang baru. rasanya kerja terllau penat" jelas Mycel.
Asma tidak percaya begitu saja. Sementara ia tahu, sosok Mycel bukanlah sosok yang pemalas. Mycel orang yang rajin. Bahkan ia juga cekatan dalam bekerja. Asma masih saja penasaran dengan alasan aslinya. Tidak mungkin hanya itu alasannya, seperti yang barusan Mycel katakan.
"Apa kamu berkata benar?" Asma terus saja bertanya. ia masih saja tidak percaya pada Mycel.
"Benar" Mycel menjawab dengan padat. Sepertinya sebuah masalah sedang menghantui pikirannya.
"Benar?" Asma masih tidak percaya.
"Benar Asma"
akhirnya Asma mempercayai Mycel dengan. Ya benar benar yakin kalau itu adalah Mycel .
"Mycel, aku ingin mengatakan seuatu padamu" ucap Asma tanpa ragu.
""apa yang kamu ingin katakan, katakan saja cepat" Mycel tampak terlihat tidak sabar.
Asma ragu untuk melanjutkan perkataannya. Tapi bagaimana pun juga ia harus selalu mengatakan ini. Mycel sudah berada di depannya. Ia tidak menunda dan menunggu waktu yang lama lagi.
mencari Mycel sesuatu yang sangat susah. Keredaan Mycel yang sering berpindah pindah membuat Asma sangat susah untuk mencarinya.
"Apa kamu benar mengatakan yang sebenarnya?" Mycel tampak terkejut. Ia tidak menyangka kalau Asma menaruh hati padanya.
Mycel beranggapan Asma sudah memiliki laki laki pujaan hatinya. Sungguh sesuatu di luar dugaan Mycel.
Mycel bengong mendengar apa yang di ucapkan Asma. Ia masih saja tidak percaya dengan yang di katakan Asma. Perkataan Asma barusan adalah sesuatu yang tidak pernah Mycel pikirkan sama sekali. Tentu saja membuat Mycel terkejut bukan main.
"Benar Mycel. buat apa aku bercanda dengan hal demikian" ekspresi Asma begitu tampak serius.
Akhirnya Mycel percaya dengan apa yang di katakan Asma. Tatapan Asma dan keseriusan Asma sangat terlihat pada wajahnya. Wajahnya begitu tampak serius.
"Kalau benar demikian, kalau kamu tahu aku juga memiliki rasa yang sama seperti kamu" Mycel langsung saja mengucapkan demikian. Memang benar. Sudah lama Mycel menaruh hati pada Asma. Hanya saja ia merasa tidak pantas untuk bersama Asma.
Mycel juga tidak mengetahui kalau Asma belum mencintai orang lain. Mycel kini terkejut tapi juga merasa sangat senang. Asma nama seseorang yang kini ia harapkan, mengucapkan hal yang sama seperti ia rasakan.
Mycel saja tidak berani untuk mengatakan pada Asma. Asma yang mengatakan terlebih dahulu. Mycel merasa sangat senang. Ia menerima Asma dengan suka cita.
Mycel mengajak Asma pergi dari tempat itu. Ia ingin membawa Asma ke suatu tempat. Ia akan memperlihatkan sesuatu kepada Asma. Mycel merasa Asma perlu tahu. Perlu tahu dengan apa yang telah membuatnya menghilangkan tanpa sebab. Menghilangkan tidak berangkat kerja.
Namun awalnya ia enggan. sehingga ia memilih untuk tidak berangkat kerja saja tanpa memberi kabar kepada siapa pun. tidak menyangka kalau Asma justru mencari cari keberadaannya.
Dengan kendaraan yang Asma bawa Mycel menyetir. Ia menggunakan kecepatan tinggi supaya tidak begitu lama sampai pada tempat tujuan. Suatu tempat yang ingin ia tunjukan pada Asma. wanita yang duduk di jok belakang.
Sambil merasa penasaran mau di bawa kemana, Asma tetap diam di jok belakang. Ia masih penasaran mau di bawa ke mana. Namun ia memilih diam. Nanti ia juga akan segera nengetahuinya. Mengetahui kemana sebenarnya Mycel membawanya.