Chapter 40(Asma Menikah)

1162 Kata
Hubungan nya dengan Mycel terus berjalan dengan baik. Komunikasi dengan Mycel masih terus berjalan dengan baik. Asma selalu menjaga hubungan baik. Begitu juga dengan Mycel. Komunikasi mereka selalu berjalan. Bahkan Asma selalu menghubungi ibu Mycel untuk menanyakan kabar. Asma sangat menyayanginya kayaknya ibunya. sendiri yang berada di rumah. Keseriusan mereka sudah sampai pada menentukan tanggal. Mereka belum mengumumkan mengenai pernikahan mereka baik kepada teman kerja maupun teman dekat mereka masing masing. "Asma, kapan kita akan bilang pada teman teman kantor kita" Mycel mengeluarkan ponsel. Ia mengirim pesan kepada Asma. Ya mereka sama sama tengah berada di tempat kerja dan mencari nafkah. mereka Masih menyembunyikan kedekatan mereka juga kepada teman teman yang berada kantor. Asma dan Mycel layaknya tidak ada apa apa sana seperti sebelumnya. Hanya sebatas kenal dan tidak lebih. "Iya biarkan Sajam Kita kasih kejutan mereka bahwa kita akan menikah. Umumkan saja tanggal pernikahan kita kalau sudah dekat besok. Sekarang kita seperti ini saja. Layaknya orang asing yang tidak memiliki hubungan" Asma membalas pesan yang masuk dari Mycel. "Baiklah kalau begitu. sekarang lanjut bekerjalah kembali" Mycel menulis pesan pada Asma, kemudian memasukkan ponselnya ke dalam sakunya kembali. Membiarkannya bersarang di sana. Asma membaca pesan masuk itu. Pesan satu satunya yang masuk ke ponselnya kala ia bekerja. Ia membacanya dan ia juga segera menyimpan telefon genggamnya kembali tanpa membalas pesan yang terpampang di sana. Asma melanjutkan pekerjaannya kembali. Ia fokus mengerjakan pekerjaan yang sudah di amanatkan kepadanya. Asma kembali berfokus. Fokus Asma memang tidak ada duanya kalau ia tidak berada dalam makalah besar yang menimpa hidupnya. Fokus. Sangat fokus seperti hewan rimba yang mengawasi mangsanya. Hati hari terus berlalu. Ternyata wanita di tempat kerja mereka semakin lama semakin rese. Ia membuat hidup Mycel tidak nyaman. Begitu juga dengan Asma. Ia lama lama merasa tidak senang dengan keberadaan teman kerjanya yang selalu berusaha mendekati Mycel. Akhirnya tanpa pikir panjang Asma mengumumkan kepada rekan rekan kerjanya bahwa ia memiliki hubungan dekat dengan Mycel. Bahkan mereka sudah menentukan tanggal pernikahan. Asma memberi tahu rekan rekan kerjanya melalu grup w******p. Semua tercengang. mereka tidak percaya. tidak ada indikasi yang mencurigakan kalau mereka berdua saling menyukai. Wanita kantor pun mengalami pupus harapan. Mereka tidak menyangka jika Mycel susah mencintainya seorang wanita. wanita itu tidak lain adalah Asma. Seorang wanita yang mereka anggap sangat pendiam. Ya ternyata di balik sifat lemah lembutnya Asma bersarang jiwa layaknya Asma tersenyum puas melihat ekspresi teman teman temannya. Jam sedang berada pada waktu istirahat. Itu artinya mereka bebas melakukan apa saja terserah mereka di luar pekerjaan yang harus mereka selesaikan. beberapa tatapan sinis pun datang kepadanya. Bagaimana tidak. Banyak perempuan yang tidak menyangka kalau Mycel mau dengan Asma. Menurut mereka Mycel yang memiliki fisik model akan lebih cocok dengan tipe wanita yang tidak seperti Asma. Namun banyak juga yang justru malah memberikan selamat kepada Asma. Banyak juga yang dekat dengan Asma. Mereka menganggap Asma memangang sangat cocok dengan Mycel dari segala sisinya. Asma lega. Kini wanita wanita rese susah mulai mundur dari Mycel.Mycel juga tampak bahagia dengan apa yang dilakukan oleh Asma. **** "Eh As memangnya benar kamu mau nikah?" tanya salah seorang teman kerjanya ya kala Asma lewat di departemen yang lain. "Beneran As aku tidak menyangka. Akhirnya kamu akan menjadi istri juga" "Aku tidak sabar As melihat kamu menikah. Kenapa kamu baru mengabarkan kalian sekarang ini" "Asma apa kabar yang aku dengan tidak sakah.?" Berbagai pertanyaan banyak tertuju pada Asma. Asma menjawabnya dengan santai dan ceria. Waktu terus berjalan. Hingga hari pernikahan mereka pun tiba. Mereka berjejer di kursi pelaminan. Riasan wajah memenuhi wajah manis Asma . Olesan demi olesannya telah berhasil membuat wajah Asma semakin cantik . Kecantikannya semakin muncul ke permukaan. "Sah" "Sah" "Alhamdulillah" "Alhamdulillah ya Allah" "Selamat ya Asma" "Semoga sakinah, mawadah warahmah selamat ya Asma" ucapan demi ucapan mengiringi mereka. Akad nikah yang abru saja di selenggarakan berhasil merubah status Asma. Dari yang semula seorang gadis kini sudah menjadi seorang istri. Istri dari Mycel. Asma merasa sangat bahagia. Namun sepertinya ia melupakan satu hal. Ya benar sekali. Ia lupa memberi kabar pada Rania. pantesan saja ia tunggu kedatangan Kaka angkat tercintanya tidak kunjung datang juga. Asma segera menghubungi Rania kala acara pernikahannya telah usai. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh kak Ran" ketik Asma dengan cepat. Ia segeralah melesatkan pesannya itu kepada Rania. Ia sangat berharap kalau Rania segera membaca dan membalasnya. "Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarakatuh " jawab Rania. Asma beralih ke panggilan Vidio sebelum Rania menanyakan ada apa. Apa yang mau di ceritakan, bagiamana kabar? Iya Rania memang selalu memastikan kepada Asma kalau tidak terjadi apa apa pada adek angkatnya itu. Permintaan panggilan Vidio masuk ke telepon genggam Rania. Ternyata Asma yang memintanya. Tanpa ragu Rania segera menggeser tombolnya. "Wah jahat ini kenapa tidak bilang bilang?" Rania langsung terkejut kala melihat Asma tengah mengenakan pakaian pernikahan. Bagaimana Rania tidak kaget. Asma bahkan belum pernah memberi tahunya kalau ia sudah tunangan. Eh tahu tahu susah menikah. ini tentu menjadi ham yang sangat membuat Ranai terkejut. "Hehe kak Rania. Maaf Asma lupa memberi tahu Kaka, niatnya mau di undang secara langsung dengan lisan sekalian Asma Berkunjung pada kak Rania. eh tapi malah kelupaan. Sama sekali Asma tidak menghubungi kakak" ketik Asma menjelaskan panjang lebar. "Iya As Rania lahan sibuknya hehe. Haduh tidak menyangka ini . Selamat menempuh hidup baru Asma" Asma melambaikan senyum pada Rania. Wajahnya yang tertangkap di layar Rania terlihat sangat cantik. Rania bahagia. Akhirnya Asma menikah. Bahkan kabar Asma menikah yang barusan ia ketahui masih membuatnya sedikit tidak percaya. Ia tidak menyangka saja Asma. "Eh ngomong ngomong kamu nikah sama siapa? jangan jangan kamu bohongin Rania ini. Kok ngga nampak si pengantin prianya hehe" Rania mulai bercanda. Asma tertawa lepas. Ia merasa terhibur dengan pertanyaan Rania. "Iya kali Kak Rania, masa iya Asma nikah sendirian. Sebentar ya " "Tara.. ini suami Asma" Asma menunjukan suaminya pada Rania. Rania tercengang melihat Mycel. Iya. Ingatannya mengenai laki laki itu kembali hadir. Pertemuan yang terkahir ia dibuat takut dengan Mycel yang terus memaksanya untuk ikut bersamanya. Mycel juga kaget. Ia melihat sosok wanita di dalam layar telefon genggam Asma itu. Rania. Wanita yang sudah ia ganggu ketenangan hidupnya. " Eh Rania. giamana kabar? Mycel minta maaf ya" Mycel berbicara sangat bijak. Ya Mycel seperti berbicara dengan orang orang pada umunya. Rania menarik nafas lega. Ia menganggap kalau Mycel masih saja terus berusaha untuk mendapatkannya. Rania pun mulai menjawabnya dengan tenang. Hatinya yang awalnya sangat di buat terkejut kini dibuat terkejut kembali. tidak menyangka Ia bertemu Mycel dengan kondisi hatinya yang sudah berubah. Ini membuat Rania sangat senang dan lega. "Eh Mycel. kabar baik, selamat ya atas pernikahan kalian" Rania dapat mengucapkannya dengan santai. "Terima kasih Rania" " Terima kasih Rania" ucap mereka berdua sang pengantin baru. "Kak Ran mau bertemu dengan tamu tamu dulu ya" Asma hendak menutup telfonnya. "Iya Asma. Hati hati ya terima kasih banyak saya kabar baiknya" "Iya kak sama sama. Assalamu'alaikum Kak" "Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarakatuh Asma" Sambungan telfon sudah berhenti. Kini Rania melanjutkan aktifitasnya kembali yang terbatas. Asma kini menyambut tamu yang datang dan memberikan selamat kepadanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN