Chapter 31 (Mycel Pengrusuh)

1079 Kata
Kehidupan rumah tangga Rania dan Ilham sangat harmonis. Mereka tidak pernah terlihat terlibat dalam konflik perseteruan rumah tangga. Paling hanya problem kecil yang dapat diatasi dengan mudah tanpa memakan waktu yang lama. Hingga suatu hari Mycel datang. Mantan Rania ketika Sekolah Menegah Atas yang masih terus mengejar Rania. Posisi Rania sedang berada di jalan habis dari warung membeli sayuran. Kedua tangannya penuh dengan keranjang belanjaan. Keranjangnya tampak penuh. Ya Rania belanja untuk satu minggu ke depan. Pencarian Mycel akhirnya berakhir. Beberapa waktu lalu ia melihat Rania pergi dari kota Jakarta menggunakan kereta. Ia tidak mengetahui kemana Rania akan pergi. Ia tidak berhasil mencari keberadaannya. Ia beranggapan tidak akan bertemu lagi dengan Rania. Hingga tanpa ia cari, kini Rania tampak di depannya. Mycel mempercepat langkah kakinya. Ia ingin segera meraih Rania. Ia tidak mau kehilangan jejaknya untuk yang ke dua kalinya. “Rania..” Teriak Mycel. Mycel begitu kegirangan tidak menyangka bisa bertemu Rania kembali. Penampilannya masih sama seperti yang ia lihat terakhir kali. Menggunakan gamis dan kerudung untuk menutup kepalanya. Bedanya, wajah Rania kini tampak bertambah cantik. Rania tidak menyangka ia bertemu Mycel. Bisa jadi Mycel tinggal tidak jauh dari tempat ini. Rania mencari cara untuk bisa kabur darinya. Keadaan di sekitar juga sepi. Hanya satu dua sepeda motor yang lalu lalang. “Sejak kapan kamu kembali di Jakarta ?” “Maaf” Rania terus menghindar. Mycel sudah di depannya dan berusaha menghalangi Rania untuk melanjutkan perjalanannya. Mycel hendak meraih tangan Rania. Rania yang menyadari segera menghindar. Berusaha sebisa mungkin agar tangannya tidak di sentuh laki laki lain selain suaminya. “Kenapa kamu menghindar Rania?” pertanyaan itu keluar juga dari Mycel. “Ran.. Aku masih mencintaimu. Kembalilah padaku. Aku akan membahagiakanmu. Aku juga tidak akan melarangmu untuk tepat berpenampilan demikian” Mycel terus saja memperjuangkan Rania. Rania yang sudah risih merasa terpojok. Jalannya untuk kabur di tutup oleh Mycel. Ia begitu siaga menghadang Rania. Seperti harimau yang terus mengunci mangsanya dengan tatapan tajam. “Maaf Mycel, aku sudah menikah” Rania memberanikan diri untuk menjawab. Ia berharap setelah Mycel mengetahi dirinya sudah menikah Mycel akan berhenti mengejarnya. “Hah?” “Hah apa yang kamu bilang Rania? Kamu tidak sedang membohongiku kan?” Mycel benar benar tidak menyangka Rania akan berkata demikian. “Benar maaf aku sudah menikah. Biarkan aku pergi. Tolong..” Rania terus memohon. “Kamu serius?” Mycel sejujurnya masih tidak percaya dengan yang dikatakan Mycel. “Serius Mycel, buat apa aku berkata bohong” Rania sudah mulai ketakutan. Ia berharap suaminya datang untuk mengamankannya dari Mycel. Membawa pergi dari hadapan laki laki itu. “Kenapa kamu tidak menikah saja denganku, Kenapa hah?” mycel makin geram. Cintanya tidak terbalaskan. Wanita yang ia cintai malah sudah menikah dengan laki laki lain tanpa sepengetahuannya. “Maaf Mycel maaf” “Tidak . Tidak aku tidak akan memaafkanmu.” “Tolong biarkan aku pergi Mycel” Rania terus memohon. “Tidak kamu harus menjadi milikku” Mycel berusaha meraih tangan Rania. Ia menariknya dan akan membawanya pergi. Rania terus membrontak. Tangannya yang terus menghindar berhasil juga di raih oleh Mycel. Rania terus berusaha untuk melepaskan tangannya dari cengkraman mycel. Namun tenaga mycel begitu kuat. Rania tidak berhasil. Tangannya masih terjebak pada genggaman Mycel. “Ikut aku! Jangan membrontak. Kmau harus menjadi milikku” Mycel berusaha menarik Rania. Rania terus membrontak. Keranjang sayur yang di pegangnya kini sudah berserakan di tanah. “Tolong! Tolong! Tolong!” Tidak ada cara lain. Rania berteriak. Berharap ada orangn yang lewat atau pengemudi sepeda motor yang berhenti untuk membantunya. “Tolong! Tolong! Tolong!” “Diam!!” Mycel mulai jengkel dengan kelakuan Rania. Iya membungkam mulut Rania dengan tangan yang lainnya. *** Ilham menunggu Rania yang tidak kunjung kembali juga dari warung. Tumben sekali ia belanja selama ini. Ilham yang sedang mencuci mobilnya menghentikan aktifitasnya. Ia mulai merasa khawatir dengan Rania. Ia takut ada hal yang sudah menimpa Rania. Bodohnya ia membiarkan Rania belanja sayur sendiri di warung. Ilham segera bergegas. Ia berjalan dengan cepat. Jarak dari kediamannya dengan penjual sayur tidak terlalu jauh. Namun yang membuat khawatir, penjual sayur itu berada di luar perumahan. Bisa saja bahaya menghadang Rania istrinya. Ilham terkejut melihat istrinya yang sedang disekap seorang pria. Mulut Rania di bungkam. Rania terlihat membrontak dan terlihat sangat kesusahan. Ilham langsung berteriak dan berlari untuk menyelamatkan istrinya. Ia tidak rela istrinya di perlakukan seperti itu. Apalagi pria tersebut menyentuh istrinya. “Lepaskan Istriku” Ilham berteriak. Mycel menoleh ke sumber suara. Rania yang menyadari pemilik suara itu milik suaminya, merasa lega. “Siapa kau?”Mycel tidak mempercayai sosok lelaki yang mengaku sebagai suami Rania. Ia masih belum melepaskan Rania dari dekapannya. “Heh! Jangan kurang aja kamu!” Ilham semakin geram. “Tolong!” teriakan Mas Ilham berhasil memanggil orang yang lewat. Kebetulan ada beberapa warga yang hendak bekerja di sawah. Mycel masih tidak memperdulikannya. Orang orang semakin banyak yang datang. Mereka menghakimi Mycel. Mycel masih tidak juga melepaskan Rania. Ilham melepas paksa. Mycel semakin tidak berdaya di kroyok oleh masa. Mycel di buat babak belur. Rania sudah tidak lagi berada pada jangkauannya. Rania sudah berada dekat dengan laki laki yang mengaku sebagai suaminya itu. Warga melepaskan Mycel atas permintaan Ilham. Ilham memberi peringatan kepadanya. Jika mycel masih mengganggu istrinya ia tidak segan akan menjebloskan Mycel ke penjara. “Rania, kamu tidak papa?” Ilham masih sangat khawatir dengan Rania. Ia memegang pergelangan tangan Rania yang sudah merah karena di kunci kasar oleh mycel. “Ngga papa mas” suara Rania terdengar lirih. Tenaganya seperti terkuras habis untuk melakukan perlawanan kepada Mycel. “Mas minta maaf. Mas teledor menjaga kamu” Ilham terlihat begitu menyesal. Ia kecewa pada dirinya sendiri. Ilham merasa bodoh. Ia kurang menjaga istrinya itu. Seharusnya ia tidak membiarkan Rania pergi kemanapun seorang diri. Ia harusnya selalu berada di sisinya. Ilham mengetahui semua masa lalu Rania. Rania yang dengan berani menceritakan kepadanya sebelum mereka menikah. Ilham pun daoat menerima masa lalu Rania. Ilham juga mengetahui jika masa lalu Rania masih tetap mengejarnya. Ini menjadi pelajaran bagi Ilham. Ia tidak mau istrinya mengalami bahaya kembali. Ia berjanji pada Rania jika ia akan selalu bersamanya. Di luaran tidak aman bagi Rania karena masih banyak orang orang yang mengincar Rania. Rania yang memiliki kecantikan dan kebaikan hati yang luar biasa telah berhasil menarik perhatian banyak orang. Hal ini juga yang membuat mantan mantan Rania merasa kehilangan dan menyesal telah menyia-nyiakan Rania. Mereka baru sadar setelah meninggalkan Rania dan mereka tidak berhasil menemukan sosok yang lebih baik dari Rania.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN