"Saya tahu kamu pasti tersinggung dengan apa yang terjadi. Tapi, tolong beri saya waktu, Lukas. Rumah sakit jiwa yang saya bangun belum bisa beroperasi. Ada beberapa fasilitas yang belum genap. Dokter dan perawat juga belum direkrut. Tunggulah sampai tahun depan," papar Tuan Malik santai. Pria bersuara melengking itu menyalakan rokok dan mengisapnya perlahan. Papa Lukas yang duduk di hadapan Tuan Malik dibuat semakin murka. Dia menanggapi, "Dari dulu janjimu selalu seperti itu! Sampai saya pergi ke Amerika pun, rupanya pembangunan rumah sakit itu tidak kunjung selesai. Sampai kapan saya harus menunggu? Saya ingin cepat-cepat menyingkirkan Anne dari rumah!" bentaknya. Rara terkesiap mendengarnya. Kini, pertanyaan dalam otaknya terjawab satu persatu. Tuan Malik adalah pendiri rumah sakit j

