Menjatuhkan Pilihan

1103 Kata

Kejadian semalam memang diingat oleh Rara meski tak seratus persen. Bagaimana dirinya meneguk minuman keras dan berlaku di luar akal sehat. Apalagi, saat tubuhnya dijamah dan menjamah lawan lainnya. Pagi ini, Rara bangun lebih awal karena pikirannya terusik. Di dalam kamar tamu, isi kepalanya terus saja memikirkan dan memutar ulang kejadian tadi malam. Perasaannya campur aduk. Malu, merasa bodoh, marah, benci pada diri sendiri, dan ... bahagia. Ada penyesalan, tapi juga ada rasa senang dan puas. Kini tubuh Rara menempel pada pintu yang tertutup. Tubuh pria tinggi bagai pohon kelapa menjulang di hadapan sang wanita. Jarak keduanya hanya beberapa sentimeter saja. "Sudah cukup kamu melawan perasaanmu. Sekarang, waktunya kamu membebaskan diri dan berjuang untuk mendapatkan apa yang kamu ing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN