"Sekarang giliranku memberi pertanyaan. Seperti aturan semula. Kalau Papa bisa menjawab, aku minum satu teguk. Kalau Papa menolak untuk menjawab, Papa yang minum satu teguk," atur Rara sambil menuangkan minuman keras dengan aroma dan rasa menyengat dari dalam botol ke gelas kaca. Papa Lukas membalas, "Jangan gegabah, Rara. Kita sudah melakukannya lima putaran dan matamu semakin sayu. Kamu tahu sendiri kalau saya kuat minum. Berbeda dengan kamu. Permainan ini tidak akan berlangsung lama. Saya yakin." Ucapan pria itu tidak didengarkan oleh Sang Gulali. Jemari lentik Rara menuangkan minuman keras berwarna ungu pekat hingga terisi seperempat gelas kecil. "Apa Papa pernah memelihara wanita penghibur sebelum kita bertemu?" tanya Rara seketika. Peringatan Papa Lukas sama sekali tidak digubris.

