Gulali mungil yang penuh semangat, berubah menjadi sosok lamanya dalam kondisi setengah sadar. Papa Lukas yang diam mencerna situasi pun tak diberikan ruang untuk berpikir. Satu tangan Rara menarik lengan bawah pria yang ia duduki selama beberapa menit. Dibawanya tubuh yang besarnya dua kali lipat dari dirinya ke tempat tidur super besar dan empuk di seberang ruangan. "Kamu benar-benar menginginkan ini?" bisik Papa Lukas. "Iya ...." Dua tangan Rara mendorong tubuh lawan mainnya hingga jatuh dan memantul ringan di atas kasur. Perilakunya bagai dirasuki arwah binatang buas. Saat tubuh telentang Papa Lukas sudah terpampang di depan matanya yang sayu, Rara merogoh ponsel dari saku celana pendek yang belum ia lepas. Jemarinya menekan secara asal-asal hingga sebuah musik instrumental biola te

