"Aku pamit pergi ke proyek ya, Ra? Aku janji akan pulang secepatnya. Semoga aku bisa pulang sebelum pekan depan," pamit Setya kepada Rara yang duduk diam di kursi teras. Pria itu sudah siap berangkat bekerja dengan tas ransel besar dan mobil yang mesinnya sudah dipanaskan. Rara berlagak cuek sambil membuang muka sejauh-jauhnya. "Mau aku antar ke kedai dulu? Hari ini kamu kerja, 'kan?" tanya Setya masih berusaha mengambil hati istrinya. "Nggak usah. Aku bisa pergi sama Maria," jawab Rara sinis. Tiba-tiba, Maria menyahut, "Hari ini aku nggak ke kedai, Mbak. Biasalah, ada bimbingan sama dosenku. Nanti jam sebelas juga aku ada kuliah. Mbak Rara berangkat sama Mas Setya nggak apa-apa, kok!" Gadis itu muncul dari pintu utama rumah. Meski sedikit, dia berusaha membuat Rara mau memenuhi ajakan

