*** Dua minggu berlalu. Hari libur telah berlalu. Tak terasa kini sudah memasuki semester genap persekolahan. Keyla, gadis yang melewati hari liburnya dengan rasa sedih tak henti, hari ini menginjakkan kakinya ke sekolah dengan dagu terangkat tinggi. Bukan angkuh. Namun ia bertekad untuk kembali merebut posisi pertama peringkat paralel. Keyla bahkan sempat mencibir dirinya sendiri yang bo*doh. Hanya karena frustasi membuatnya lupa bahwa yang ia lakukan adalah perbuatan sia-sia. Yang ia harapkan dari rencana bo*dohnya itu adalah perhatian ayahnya, tetapi setelah ia merasakan sendiri ucapan pedas yang sering ayahnya lontarkan dan kalimat meremehkan yang membuat Keyla bagaikan sosok hina, membuat Keyla bertekad untuk jadi lebih baik. Ya, begitulah. Keyla juara, ayahnya tak memberi apresia

