25. Dipatahkan oleh ayah, terobati oleh teman.

1787 Kata

*** Suara langkah kaki tergesa terdengar nyaring oleh telinga. Sontak hal itu tentu mengundang semua pasang mata untuk menatap ke arah sumber suara. Dengan raut wajah bahagianya, Keyla tersenyum sangat lebar sembari mengangkat piala besar yang ia bawa pulang bersamanya. Bibi Inem yang tadi sedang membereskan meja ruang tamu menjadi ikut tersenyum saat melihat Keyla yang pulang dengan membawa kemenangan. Namun senyum Bibi Inem tidak bertahan lama saat melihat Gio, sang majikan, cuek saja dengan apa yang baru saja jelas-jelas ia lihat. Keyla yang sejak tadi sudah menatap penuh senang pada sang ayah nyatanya harus kembali disadarkan dengan yang seharusnya telah ia prediksi. Tidak ada tatapan bangga untuknya. Tidak ada ucapan selamat untuknya. Tidak ada pelukan untuknya. Tidak ada reaksi ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN