"Noah, Kean mau datang. Senang nggak?" tanya Liana. Wajahnya terlihat cemas menanti jawaban dari Noah. Sudah seharian ini Noah menjadi sangat pendiam dan tidak melakukan apapun selain menutup matanya walaupun ia tidak tidur. Noah membuka matanya sejenak, lalu menutupnya kembali. "Nanti ribut." Noah menyahut dengan sangat tenang. Baiklah, berarti Noah tidak menginginkan sahabatnya itu datang berkunjung. Liana menghela napas lelah. "Noah kenapa murung gini seharian ini? Noah sedih ya karena Nenek Hana udah nggak ada? Ingat apa kata Om Arkan kemarin? Jangan sedih lagi," papar Liana dengan lembut. Tangannya terulur mengusap puncak kepala Noah dengan sayang. "Kamu boleh aja nangis dan sedih, tapi jangan berketerusan. Om Arkan aja sabar dan ikhlas, jadi Noah harus kayak Om Arkan," ucap Liana

