17. Kesalahan Yang Fatal

1396 Kata

Aidan terdiam seribu bahasa, jawaban jujur dari Noah membuat dirinya mati kutu. Sedangkan Noah kembali acuh dan memainkan ponsel Liana. Aidan menghela napas berat, dan itu disadari oleh Noah. "Kenapa, Om?" Aidan tersenyum tipis lalu menggeleng pelan. Noah mengangkat bahunya dan main kembali. Aidan bangkit, hendak kembali ke sofa dan menenangkan perasaannya yang kini bercampur aduk. Namun suara Noah membuat pergerakannya berhenti dan kembali duduk di bangsal Noah. "Om kenapa nanyain Noah senang punya Papa atau nggak?" Sejenak Aidan terdiam, sedang memilih kata-kata yang bagus untuk ia ucapkan pada Noah. Senyum tipis kembali menghiasi bibir Aidan. "Seandainya Papa Noah itu ternyata masih hidup, Noah bahagia atau sedih?" "Nggak tau." Noah menyahut cepat. "Kenapa nggak tau?" "Om cerewet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN