Sampai di sekolah detak jantung ku masih kencang.Rasanya peristiwa tadi sangat menakutkan. Sungguh hal yang sangat aneh. Mungkin buat mbak Diba ini suatu ya biasa,,tapi buat ku ini sangat aneh dan menakutkan. Aku jadi heran, sebenarnya ada apa dengan kamar itu? dan ada rahasia apa di kost itu. Aku harus mencari tau semuanya.
Tak mau terlalu terhanyut dengan peristiwa tadi,,aku langsung melaksanakan tugas ku disekolah bersama teman-teman yang lain.
" Dilla,,kamu kenapa kok mukanya pucet gitu?" tanya Cristi dengan wajah khawatir."
"Cris,,ntar aku boleh nginep di kost an kamu gak? Aku mau cerita sesuatu."
" Ya boleh banget sih,, tapi sebenarnya Ada apa sih? tumben banget kamu mau nginep ke kost ku,,biasanya suruh nginep gak pernah mau."
" Ada deh pokoknya,,ntar aku ceritain semua. Aku juga mau minta pendapat kamu sama Fara."
Fara yang namnya ku sebut langsung nengok ke arah ku dan Cristi seperti mengisyaratkan nanti saja setelah selesai tugas di SD.
Saat istirahat kami sekelompok berkumpul di ruang yang disediakan oleh kepala sekolah khusus untuk mahasiswa praktek seperti kami. Cristi dan Fara menghampiri dan sepertinya mereka masih penasaran dengan ucapan ku tadi pagi.
" Dilla sebenarnya ada apa sih? apa yang terjadi sama kamu? kok tadi pagi kamu pucet banget?"
" Iya Dil,,tadi aku liat muka kamu pucet,,kamu gak lagi sakit kan?"
" Aku gak lagi sakit kok,,tadi aku pucet karena ketakutan banget."
" Kamu takut sama apa Dilla?" Cristi bertanya dengan heran.
" Aku mengalami kejadian yang gak masuk akal. Pokoknya aneh banget. Ntar aja aku ceritain ya guys. Soalnya abis ini aku mau praktek ngajar,,aku gak mau konsentrasi ku buyar gara-gara kejadian tadi."
Cristi dan Fara pun mengangguk tanda setuju dan kami pun melanjutkan kegiatan kami masing-masing sebelum masuk ke kelas.
****************************
Setelah selesai tugas di SD aku pun menceritakan semua kejadian yang ku alami tadi malam dan tadi pagi. Aku pun bercerita tentang bu kost yang mempunyai rahasia,,bahkan mbak Lita dan mbak Vera juga ikut merahasiakannya. Fara dan Cristi memberi saran agar aku pindah kost saja. Tapi aku bilang pada mereka untuk memikirkannya terlebih dulu.
Kemudian kami bertiga sepakat untuk pulang ke kost an ku dulu untuk mengambil baju ganti. Jujur aku tidak berani untuk kembali ke kamar kost ku sendirian. Apa lagi aku belum tau apa yang sudah terjadi sebenarnya. Untung saja Cristi dan Fara mau mengantarkan ku. Aku pun pamit pada mbak Lita,,penghuni kamar terdekat ku. Walau pun dihalangi tangga,,tapi mbak Lita tetangga kamarku yang paling dekat.
" Mau kemana dek?? kan baru kemarin sampai sini? apa mau pulang lagi?" mbak Lita menatapku dengan heran.
" Mbak,,aku mau nginap di kost teman. Aku merasa ada yang ganggu aku belakangan ini. Aku takut mbak,,sebenarnya ada apa di kamar sebelahku itu? kenapa selalu kosong? Ada rahasia apa sih di kost ini? aku ngerasa ada yang di tutup-tutupi deh." tanya ku pada mbak Lita saking penasarannya.
Mbak Lita terlihat bingung dan gugup mendengar pertanyaan ku. Aku sudah menduga sebenarnya mbak Lita tahu semuanya karena tadi pagi aku mendengar sendiri dia dan mbak Vera membicarakan sesuatu. Tapi ada rahasia apa aku pun belum tahu dan kenapa harus disembunyikan seperti ini.
Seharusnya dari pihak ibu kost terus terang saja tentang keadaan kost.Apa yang pernah terjadi di kost. Toh kalau sudah rejeki pasti masih ada kok yang ngekost disini. Karena disini memang dekat dengan rumah sakit,,perkantoran dan juga sekolah. Pasti banyak diminati orang.
"Kok mbak Lita diem aja? ada apa mbak?" Aku kembali bertanya padanya karena dia hanya diam saja.
" Gak ada apa-apa kok dek,,mungkin karena kamu kemarin kecapekan aja dari kampung jadi kebawa mimpi. Aku gak pernah nemuin kejadian apa-apa tuh disini." Jawab mbak Lita tanpa melihat wajahku
Aneh,,mbak Lita seperti menyembunyikan sesuatu dari ku. Jawabannya terdengar asal-asalan. Dia juga terlihat gugup. Mana mungkin aku mimpi sampai sejelas itu. Ditambah lagi tadi dia bersama mbak Vera membicarakan sesuatu yang dirahasiakan. Kecurigaan ku tentang kost ini yang tidak beres semakin besar. Aku harus cari tau.
" Ya udah kalau mbak gak mau cerita biar aku cari tau sendiri. Aku pamit ya mbak,,mungkin beberapa hari aku gak pulang ke kost."
Mbak lita hanya mengangguk dan dia langsung masuk ke dalam kamarnya. Apa mungkin mbak Vera juga akan seperti mbak Lita kalau ku tanyakan hal yang sama? Sudah lah,,lebih baik aku keluar dulu saja dari kost ini. Melihat kamar kosong itu membuat bulu kuduk ku kembali merinding.
"Yuk Dill,,aku ngerasa aneh di kost mu ini. Tiba-tiba Cristi mengajakku untuk segera keluar.
" Yuk kita beli makan siang dulu baru pulang ke kost kalian ya?" jawab ku sambil menenteng tas yang berisi baju ganti.
*****************"
Setelah membeli makan siang,,kami pun segera pulang ke kost Cristi dan Fara. Aku sudah memutuskan untuk pindah kost saja ke kost Cristi. Tidak enak juga kalau menginap disini lama-lama. Cristi pun membantu ku untuk bertanya pada pemilik kost. Sepertinya kost ini banyak peminatnya,,,karena terlihat kamat-kamar yang berpenghuni.
Ternyata bu imah,,pemilik kost ini sedang keluar,,sedang arisan kata anaknya. Kost bu imah memang sejuk,ada beberapa pohon mangga di samping kost. Bu Imah juga membuka warung kelontong,,Sebenarnya dulu aku juga ingin ngekost disini,,tapi ya itu kamarnya selalu penuh. Semoga saja sekarang sudah ada kamar kosong.
Ketika kita sedang bercengkrama di depan kamar kost Cristi tiba-tiba bu Imah mendatangi kami bertiga.
" Cristi,,tadi nyariin ibu ya? ada apa?"
" Iya bu,,tadi nyariin ibu katanya ibu sedang arisan. Ini teman aku mau kost disini masih ada kamar kosong gak ya bu?"
"Waduh ..kamarnya dah isi semua nduk. Oh iya ini teman mu yang sering main kesini kan?"
" Iya bu,,perkenalkan saya Dilla,,sebenarnya saya cuma mau numpang nginep disini,,tapi saya pikir lebih baik saya pindah saja kesini,,gak enak sama ibu."
" Saya bu Imah,,salam kenal juga Lho...emangnya kemarin kost dimana? saya sering liat kmu pulang dari sini abis Isya,,berarti kost kamu sebelumnya deket disini ya?"
"Iya bu,,saya ngekost di jalan Jalak sana,,kosnya bu Broto."
" Apa?? kamu ngekos disana? kamu di lantai berapa? lantai satu atau dua?"
Aneh sekali pertanyaan bu Imah ini. kok pake tanya-tanya aku di lantai berapa?
Belum sempat ku jawab bu Imah sudah bertanya lagi pada ku
" Kamu ngekost disana sudah berapa lama?"
"Baru dua bulan bu,,karena rencana cuma mau 3 bulan saja disitu. Tapi saya tidak betah kost disana,serem bu saya tadi malam diganggu."
"Wajar sih kalau kamu tidak betah. Benar-benar ya bu Broto,,hanya mikirin kost nya laku. Gak mikirin nasib anak kost."
Tiba-tiba Fara bertanya pada bu Imah,mungkin penasaran seperti aku juga
" Ibu tau ada cerita apa di kost itu bu?"
" Ibu tahu karena kejadian itu dulu sempat Heboh. Sebenarnya ibu juga merasa bersalah juga kenapa dulu ibu tidak menerima dia ngekost disini. Mungkin kalau dia ngekost disini tidak begini ceritanya. Tapi gimana lagi,,ini sudah takdir gusti Allah"
Kami bertiga saling pandang,,bingung dengan ucapan bu Imah. Siapa yang bu Imah bicarakan? Sepertinya bu Imah mengetahui sesuatu tentang kost bu Broto.
BERSAMBUNG