Senja menyimpan awan kelabu dalam semburat jingga yang menyamarkan awan pekat dan memudar di kejauhan. "El..." Elena menunduk. Rengkuhan Ansell pada tubuhnya jelas membuatnya bergetar. Bukankah seharusnya Ibunya tak mengijinkan pria ini menemuinya? Ibunya sudah berjanji padanya. "Pulanglah." "Tidak El. Aku akan berada di sampingmu seperti yang seharusnya aku lakukan sejak awal." Elena berdeham. Merasakan Ansell yang beranjak dan tiba-tiba Elena tersentak. Ansell membopongnya ke arah sofa yang ada di balkon dan membawanya duduk di pangkuan pria itu. "Aku akan menemanimu. Kemanapun El. Aku akan menjadi mata dan kakimu. Aku akan menemanimu dan tetap akan menemanimu bagaimanapun hasil akhir dari semua ini. Tidak perduli sekalipun kau menolakku El." Elena terpaku. "Oh...aku ingin sekal

