Belum Usai (2)

1202 Kata
Warning 21+ "Kalian menginginkan ini bukan?!" Kyra berdiri, tangannya teracung ke atas. Mengangkat sebuah benda yang berpendar kuning. Alif tercengang, begitu pun dengan yang lain. Mereka bertiga berusaha mati-matian melindungi potongan pusaka sakti itu. Tapi kenapa Kyra dengan mudahnya menunjukkan kepada k*****t di hadapan mereka. "Ra!" Alif memohon dari kejauhan, menatap Kyra dengan seksama. Tapi gadis itu hanya melempar senyum. Lima lelaki itu langsung menuju ke arah Kyra untuk mengambil pusaka itu. Di sisi lain, Kyra menatap sahabatnya. Memberi kode dengan menggerakkan kepala ke arah lima berandal ini. Awalnya mereka tidak memahami, tapi lama kelamaan mengerti juga kode yang dimaksud Kyra. Sebelum lima pria itu semakin dekat dengan Kyra. Alif langsung bertransformasi menjadi serigala. Berlari mendekati lima pria itu. Begitu pun dengan Randai, lelaki vampir itu sudah memasang kuda-kuda kuat dan berlari ke arah mereka. Dalam sekali serangan, Alif berhasil mencengkeram dua orang pria tersebut. Si gendut dan Si besar. Dua orang tersebut tumbang secara tiba-tiba karena serangan dari Alif. d**a mereka dicakar, meninggalkan bekas luka yang sangat banyak. Alif benar-benar tidak memberi ampun. Puas mengoyak bagian d**a, dia mengaum keras dan kembali menatap nyalang pria tak berdaya yang ada di depannya. Setelah itu dia menyerang salah satunya. Menggigit lehernya dengan taringnya yang tajam. "Mengerikan." Randai bergumam menyaksikan kekejaman Alif. Tapi lelaki itu memang pantas mendapatkan hal tersebut. Mereka sudah melakukan banyak kejahatan jika mendengar apa yang dibicarakan tadi. Kembali fokus pada musuhnya, Randai langsung menepis pukulan yang hampir mengenai pelipisnya. Untung dia sigap, kalau tidak, wajah tampannya itu akan mendapatkan warna baru nanti. "Wohoho, sabar dulu, Bung. Biarkan aku menikmati pukulan temanku, yang sedang menyiksa segerombolanmu." Randai pura-pura menenangkan. Perbuatannya ini malah membuat mereka semakin murka. "b*****h, k*****t! Jaga ucapanmu. Mulutmu itu akan aku robek hingga putus dari tempatnya." Si kurus menunjuk ke muka Randai. *Tangkap dulu aku baru berbicara. Ck, jangan-jangan nanti hanya omongan belaka." Crashh!! Cakaran itu meleset, Randai sigap menghindar, sehingga lawan hanya mengenai udara kosong saja. Usaha yang gagal. Mereka terus bergerak maju menyerang. Alif berpindah tempat, dia harus menyerang si kekar yang mengamati dari kejauhan. Melihat gelagatnya, sepertinya pria kekar itu mengincar Kyra. Terlihat dari pandangan matanya yang terus menatap ke arah Kyra. Baru saja tubuh serigalanya hendak berlari, si gendut kembali bangkit dan memukul Alif dengan keras. Bugh! Serangan dari belakang yang mematikan. Keras sekali. Alif saja sampai berguling beberapa kali. Pria gendut itu belum tewas. Kondisinya kembali pulih seperti sedia kala. Menyisakan robekan di baju yang ia kenakan saja. Alif lupa, meski luka cakaran yang ia tinggalkan begitu banyak. Tapi ia belum memutus urat nadinya, tidak memberikan luka yang lebih dalam lagi, berbeda dengan si besar yang sudah meringkuk kaku akibat gigitan di lehernya. "Kamu pikir kamu hebat ha?!" Si gendut bersuara menggelegar, dia terlihat begitu marah. Tangannya teracung ke atas, mengeluarkan senjata berbentuk tombak yang hendak diacungkan ke arah Alif. Sial! Alif belum bisa menghindar. Tubuhnya yang menghantam batu terasa sakit luar biasa, waktu diamati, ternyata ada luka tusukan di sana. Tidak sadar ketika berguling tadi tubuhnya tertusuk potongan kayu sisa peperangan tadi. Alif hanya menahan sakit sambil mencoba mengeluarkan potongan kayu tersebut. Dia harus bangkit sebelum tombak itu memisahkan nyawanya dari dalam tubuhnya. "Rasakan ini!" Bertepatan dengan terlemparnya tombak tersebut. Alif juga mengaum keras. Satu detik setelahnya terdengar bunyi tusukan yang keras. Tombak tersebut menusuk tanah, tidak mengenai Alif, lelaki itu berhasil menghindar. Satu detik saja dia tidak bergerak cepat, dipastikan dirinya hanya tinggal nyawa saja di sini. Randai berguling untuk mengindari serangan musuhnya, dia bahkan beberapakali melakukan teleportasi untuk menyerang dan menghindar. Sukses membuat musuhnya semakin murka. Sedangkan Lea, dia berlari ke arah Kyra, dirinya harus membantu sahabatnya itu. Mungkin di lain waktu seperti kemarin, Kyra lah yang menyelamatkan mereka, tapi saat ini gadis itu tidak bisa melakukan apa pun selain pertarungan menggunakan benda tajam atau senjata lainnya. Dia tidak bisa menggunakan kekuatannya. Entah bagaimana caranya, tapi untuk saat ini, mereka harus selamat lebih dulu. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, si kekar--yang sepertinya pemimpin di sini mengepalkan tangannya. Dia mendengus dan menggelutukkan giginya, lalu kemudian berlari ke arah Kyra--bukan untuk menyerang Kyra, melainkan untuk menghadang Lea. Bugh! Pukulannya berhasil mengenai perut gadis itu, membuat gadis dari Klan Fairy itu jatuh tersungkur sambil meringis, tidak menyangka akan langsung di serang. Dia tidak memperhatikan si kekar tadi. Lelaki itu melakukan transformasi yang begitu cepat, sehingga tidak ada yang menyadari hal tersebut. Kyra yang melihat itu langsung berteriak histeris. Takut kejadian dulu terulang kembali. Tidak, dia tidak sanggup jika harus mengulangi hal serupa. Alif dan Randai yang mendengar teriakan itu langsung menoleh ke sumber suara. Melihat Kyra lalu mengikuti arah pandang gadis itu. Lea. Sahabatnya tersungkur di atas tanah. Meringis menahan sakit di bagian perut. Terus mundur saat si kekar terus mendekatinya perlahan. Randai dan Alif hendak maju membantu, tapi pergerakan mereka ditahan musuh. Mau tidak mau mereka berdua harus menyelesaikan ini terlebih dahulu. Si kekar berjongkok di hadapan Lea. Memegangi dagu gadis itu dengan kasar. Menyeringi mengerikan. Tatapannya sinis. Kukunya menajam. "Kamu pikir kamu bisa membawa gadis itu, ha?! Gadis itu adalah milikku. Sengaja aku paksakan dia menikah dengan si serigala agar Klan Lycanthrope itu membencinya dan meninggalkan dia di sini sendiri. Tapi apa ... kalian malah terus bersama. Seharusnya serigala itu melarikan diri. Dia harus bertemu mate-nya nanti bukan, tapi kenapa malah terus berada di sini dan menggagalkan perayaan kami!" Suara si kekar naik-turun. Kadang menyentak keras, kadang mengancam. Tapi di akhir kalimat rahangya mengeras, menandakan bahwa ia marah sekali. Ia telusuri pipi Lea pelan dan hampir menusuk di pipi bagian kiri. Gadis itu hanya mampu memejamkan mata. "Kesabaranku sudah habis, dan kalian semakin membuatku murka saja. Mungkin membunuhmu terlebih dulu akan sangat mengasyikkan." Lelaki itu bersiap mengangkat tangannya, bersiap mengambil jantung dari dalam tubuh Lea. Bugh! Pukulan itu bukan berasal dari robeknya d**a Lea, melainkan punggung si kekar. Dengan perlahan lelaki itu menoleh ke belakang, dan dia menemukan Kyra yang memegangi kayu di belakangnya. Jadi gadis itu pelakunya. Merasa semakin marah, pria itu lantas berdiri dan melemparkan Kyra hingga tersungkur. Gadis itu merasa kesakitan di bagian punggung. Hantamannya lumayan keras tadi. "Aku tidak suka diserang saat sedang menikmati ketakutan musuh. Mungkin tadi aku masih berbaik hati padamu, tapi kali ini jangan biarkan lagi." Lelaki itu mengepalkan tangannya, kukunya berubah semakin tajam dan lebih panjang. Dia segera berlari ke arah Kyra dan .... Crasshh!! "Aakk!" Itu bunyi pekikan dari mulut seseorang dengan mata melotot ke depan. Pandanganya perlahan turun ke bawah, dan menemukan perutnya telah tertusuk kuku panjang dari pria kekar itu. Dia terbatuk pelan dan dari dalam mulutnya mengeluarkan darah. "FILO!" "Filo!" Secara bersamaan mereka memekik keras. Suara paling lantang berasal dari Sofi. Kyra terbelalak tidak menyangka. Lelaki itu tiba-tiba saja berlari di hadapannya dan menggunakan tubuhnya sebagai tameng untuk melindunginya dari si kekar. Crasshh!! Si kekar melepaskan tangannya dari dalam perut Filo. Dia itu menatap pria yang tak berdaya di depannya. Tubuhnya yang semula berlutut perlahan ambruk ke depan. Dari dalam matanya keluar cairan bening, dia menatap Sofi yang berlari ke arahnya, dan masih sempat tersenyum di saat kondisinya berada dalam ambang kematian. *** Adegan kekerasan dan darah-darah juga masuk dalam kategori 21+ ya, jadi untuk part ini, yang belum cukup umur mending skip aja. Makasih sudah membaca Zeyeng. ❤️
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN