"Melihat wajah kalian yang langsung tegang begini, itu artinya dugaanku benar." Pria ini terdiam sejenak dan menghembuskan napas perlahan. "Katakan, untuk apa kalian mencarinya?" Semua hanya diam, tidak ada yang menjawab satu pun. Mereka benar-benar mengunci mulut. Takut jika salah mengucap akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Karena mereka juga tidak tahu, apa tujuan pria itu menanyainya seperti ini, bukankah dari awal dia ingin membunuh empat remaja itu. Tapi kenapa sekarang seolah tengah bernego sesuatu. Pria itu terkekeh pelan. Dia menggerakkan tangannya seperti mengibas sesuatu, dan tidak lama setelah itu obor yang tadi mati kembali menyala. Kepekatan yang menyelimuti aula kembali terang. Wajah seram dari pria paruh baya itu juga terlihat semakin seram. Cahaya yang menguar d

