Part 29

1241 Kata

Irish melajukan mobilnya seperti orang yang kesetanan. Sambil terus menelepon Aarav, dia menancap gas agar dia bisa lebih cepat sampai menuju kediaman Aarav. Rasa bersalah kembali menyelimutinya. Seharusnya dia tidak menyuruh Aarav pulang tadi, dan bahkan seharusnya dia tidak perlu membawa Aarav ke apartemennya tadi. “Aarav...please,” ucap Irish lirih ketika untuk kesekian kalinya dia tidak mendapatkan jawaban apapun. Hanya memarkirkan mobilnya asal, Irish langsung berlari menuju lantai di rumah susun itu tempat Aarav tinggal. Keadaan di sekitarnya sudah sangat sepi, namun Irish sama sekali tidak peduli dengan itu, yang ada di pikirannya sekarang hanya Aarav. Sesampainya di depan pintu tempat tinggal Aarav, Irish tidak pikir panjang dan langsung membuka pintu itu. Untungnya, pintu itu sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN