Part 30

1167 Kata

Irish merasakan jantungnya berdegup sangat kencang sepanjang jalannya menuju rumah Aarav. Ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi kini perasaannya sangat buruk. Dia tahu sudah terjadi sesuatu pada Aarav. Irish berlari saat keluar dari mobil yang ia parkirkan di depan gedung rumah susun itu. Saat sampai di pintu rumah Aarav, Irish langsung membukanya terburu-buru. Dia terkejut ketika melihat Aarav yang duduk di sofanya, dengan perut yang bersimbah darah karena Irish melihat luka tusuk yang cukup lebar di sana. Irish segera menghampiri Aarav. “Aarav, kamu bisa mendengarku?” Irish menepuk-nepuk pipi Aarav pelan, bermaksud untuk menyadarkannya. Napas Aarav memberat, namun pria itu berhasil membuka matanya. Air mata Irish sudah mengalir sejak tadi. Dia tidak tega melihat kondisi Aarav yang sanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN