Daren mendorong Irish sampe wanita itu terjatuh di sofa ruang tamunya. Irish berdecak kesal. Dia tahu Daren sedang emosi dan mungkin ingin menyiksanya sekarang, tapi dia bingung sendiri kenapa Daren harus marah? Jika Irish berlaku sama sedari dulu, mungkin Daren sudah berada di neraka sekarang. “Siapa dia, Irish?!” tanya Daren dengan nada membentak. Dia melipat kedua tangannya di depan d**a, menunjukkan sikap bossy-nya. Irish menghela napas. Dia menyugar rambutnya. “Apa itu penting bagimu?” “Tentu saja! Beberapa hari lagi kita akan menikah, dan jika benar perkiraanku bahwa itu adalah selingkuhan kamu, pernikahan kita akan dipandang bagaimana?!” Irish tertawa. Astaga, lucu sekali mendengar tukang selingkuh yang marah hanya karena Irish ketahuan memiliki selingkuhan juga. “Apa kamu seriu

