Part 23

1425 Kata

Jika semua orang akan tertawa saat mereka mengumumkan pernikahannya, berbeda dengan Irish yang menangis saat mengatakan hal itu—suatu hal yang bahkan seringkali membuat orang emosional karena rasa bahagia. Tapi, pengecualian untuk Irish. Rencana pernikahannya dengan Daren mampu membuatnya frustasi seperti ini. “Irish, aku tidak percaya.” Aarav menggeleng seraya tersenyum sendu. Hatinya ingin sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Irish. Wanita itu harus menolaknya—harus. Terlebih, bukankah mereka sudah terang-terangan bahwa mereka saling menyukai? Bukankah itu artinya ada alasan bagi Aarav untuk bisa merebut Irish dari Daren? Karena jelas sekali Irish tidak mau bersama Daren. Irish mengusap air mata yang turun melewati pipinya. “Aku juga ingin tidak percaya, Aarav. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN