My Boss - 06

930 Kata
“Yakk !! Theo Robinson !! Lihatlah ini !! gadis buruk rupa di sekolah melukis wajahmu hahaha” teriak salah seorang siswa. Seketika suasana kantin sekolah menjadi riuh karena seorang pria manis berlari dengan berteriak- teriak “Lihatlah !! Bukankah ini kau ?” tanya Daren yang sedikit ngos- ngosan karena berlari terlalu cepat hanya untuk memperlihatkan sebuah sketsa wajah di sebuah kertas gambar.  Mendengar ucapan Daren semua teman- teman Theo Robinson mendekat dan melihatnya lalu mereka pun bersorak dan tertawa keras. “Wah !! tidak ku sangka gadis bodoh itu diam- diam mengagumimu Theo !!” ujar seseorang yang bermana sipit bernama Bobby. “Pangeran berkuda putih kita di kagumi oleh seorang gadis buruk rupa !! hahaha” ujar Daren lagi, membuat teman- teman Theo yang lain semakin tertawa meledak- ledak karena mengejeknya. “Yak !! Hentikan sialan !!” geram Theo yang terlihat malu karena ia menjadi pusat perhatian. Terlebih para kaum hawa yang merupakan para penggemarnya  “Hahaha ! kenapa kau marah- marah Theo Robinson ? Bukankah ini adalah sebuah rekor baru ! Kau tidak hanya mampu menahkluk kan gadis- gadis cantik di sekolah. Namun seorang gadis buruk rupa dengan fashion yang minus juga terpikat dengan pesona mu ! Wah pesona pangeran kita ini memanglah tidak main- main rupanya hahaha” ujar Daren yang masih saja tertawa.  “YAK !! berhentilah mengejekku Daren John ! Kau ingin mati huh ?” ucap Theo dengan raut wajah yang menahan malu sekaligus marah. Kedua tangan pria terpopuler disekolah itu terlihat mengepal dengan erat.  “Ck, sialan !! punya nyali juga gadis nerd itu ! k*****t” geram Theo begitu marah. Dan mulai melangkahkan kakinya menjauh dari teman-temannya.   “Yak ! Theo Robinson ! kau mau kemana eoh ?” ucap Bobby.  “Memberi peringatan pada gadis bodoh itu !” ucap Theo Robinson dengan langkah lebarnya, pria muda itu melangkahkan kakinya menjauh dengan kepala mendidih.   “Wah kau tidak sabar untuk berkencan dengannya rupanya !! Hahaha” teriak temannya lagi – lagi, membuat telinga pria bernama Theo itu semakin panas.  “Jangan bermain kasar Theo !! Dia masih ... err ...polos haha” ejek teman- temannya yang merupakan geng pria populer di MCS (Macker Colligate Shcool).  ••••• BRAK.  Sebuah gebrakan di atas meja membuat seorang gadis berkacamata dengan rambut keriting tebal berjingkat dari duduknya. Kepalanya mendongak untuk melihat siapakah yang memukul meja belajarnya.  “Th.. Theo Robinson ?” lirih gadis berkacamata itu yang tak lain adalah Laura. Laura sudah bisa menebak hal ini pasti akan terjadi.  “Ikut denganku !!” ucap Theo dengan segera mencekal pergelangan tangan milik Laura.   “ Tap .. tapi aku masih mak ...” ucapan Laura terhenti ketika tangan Theo dengan sengaja menjatuhkan bekal makan siangnya ke lantai. BRUK “Lihat ! Apa kau masih ingin menikmati makan siang mu yang sudah berceceran dilantai seperti itu ?” ucap Theo menatap nyalang ke arah Laura .  “Sekarang ikut aku !!” ucap Theo dengan paksa. “Tap .. tapi”  “CEPAT IKUT DENGANKU GADIS SIALAN !!!” teriak Theo begitu marah, dan segera menarik tangan Laura dengan paksa menuju keluar ruang kelas. Beruntung, suasana kelas sedang sepi karena memang semua siswa lebih memilih berbincang- bincang di luar kelas saat jam istirahat seperti ini. Namun berbeda dengan seorang gadis berkacamata itu, ia jauh lebih bahagia jika menikmati makan siangnya sendiri didalam kelas daripada bergabung dengan teman- temannya.  •••••  “Akhhh” punggung Laura terasa nyeri ketika menubruk dinding yang ada dibelakangnya. Saat ini dirinya dan juga Theo sedang berada didalam toilet sekolah.   “Jelaskan padaku sialan ! apa maksud sketsa wajah ini ?” ucap Theo tanpa basa- basi lagi dan menunjukkan sketsa wajah yang ada ditangannya.   “Ba.. bagaimana itu bisa di tanganmu ?” ucapnya dengan begitu gugup, meskipun ia tahu jika Daren lah yang memberitahu pada Theo.   “Ck, apa itu penting sekarang ?” ucap Theo tersenyum miring.  “JAWAB SAJA PERTANYAAN KU !! APA MAKSUDMU MELUKIS WAJAHKU DENGAN PENSIL KOTORMU ITU SIALAN !!!” teriak Theo lagi- lagi.   Tubuh Laura bergetar hebat “Ma... maafkan aku Th.. Theo Robinson” bahkan tenggorokannya begitu sulit sekedar berucap.  “Ck, apa benar apa yang mereka katakan jika kau menyukaiku ?” ucap Theo begitu tajam menatap mata Laura.   DEG.  Tubuh Laura semakin menegang kaku ketika Theo mengetahui apa yang ia simpan rapat- rapat selama ini.   “Jawab aku Laura Martinez ! aku tidak butuh diam patung mu seperti ini !! SEKARANG JAWAB AKU !!” teriak Theo marah karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari gadis didepannya ini.   “Y.. ya ! ak.. aku menyukaimu Theo” ucap Laura dengan memejamkan matanya dan menunduk kepalanya begitu takut. Bahkan kakinya mulai terasa lemas saat ini.   Theo terkekeh geli mendengar jawaban dari Laura.   “Haha ... hahaha!! Ck, Kau sungguh punya nyali yang besar sekali Nerd!!”  “KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI- BERANINYA MENYUKAIKU SIALAN !!!!” bentak Theo dengan merobek sketsa yang bergambar wajahnya itu dengan kasar.  Theo semakin maju dan mendekat pada Laura, salah satu telunjuknya ia gunakan untuk menunjukkan tepat di depan mata Laura.   “Dengarkan aku baik- baik sialan ! Jangan pernah melewati batas mu gadis bodoh !!! Seharusnya kau bersyukur ayahku mau memungut gadis buruk rupa sepertimu !! Dan sekarang kau dengan lancangnya menyukaiku ?”  “Dalam mimpimu pun kau tak pantas menyukaiku, i***t !!” ucap Theo kemudian mengambil shower yang ada di atas kepala Laura. Dengan tanpa perasaan menyemprotkan air shower tepat didepan wajah Laura  Membuat Laura berteriak dan terduduk di lantai untuk melindungi wajahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN