Gavin masih memantau Aily, sejak tadi yang ia lihat hanya kebungkaman dan ekspresi sedih gadis itu. Pun hingga saat ini ia masih belum percaya dengan semua yang Keisya katakan, sebab, Aily-nya tidak mungkin melakukan hal serendah itu. Kini mereka tengah mendapat pembinaan, semua murid berkumpul mengelilingi Pak Yusuf. Banyak dari mereka yang mulai menguap, bahkan ada yang tertidur saking bosannya. Tak lama adzan Isya berkumandang, Pak Yusuf mengakhiri acaranya dan bersiap untuk shalat, kecuali untuk non-muslim. Setelah selesai, mereka beristirahat sejenak sembari menunggu makanan mereka siap. Setiap kelompok mengirim dua anggota untuk membantu Kakak pembina memasak, sementara yang lain istirahat, tapi banyak dari mereka memilih untuk tadarus di mushola. Begitu pula dengan Aily dan se

