ADC33

1615 Kata
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Aurora sampai juga di rumah sakit cahaya terang, tanpa fikir panjang Aurora langsung berjalan cepat menghampiri tempat receptionist untuk menanyakan keberadaan daddynya di sebelah mana. “Sus .. ada pasien atas nama Ganendra?” tanya Aurora. “Baru masuk atau sudah lama kak?” tanya suster. “Baru aja masuk sus?” jawab Aurora. “Oh yang baru masuk ya! Semua pasien yang baru masuk langsung di periksa di UGD kak! Untuk ruang rawatnya kita belum tau! Belum ada konfirmasi lagi!” jelas suster. “Oh gitu ya! Oke kalo gitu UGDnya sebelah mana ya sus!” tanya Aurora. “Kaka lurus aja terus nanti ada belokan pertama belok!” tutur suster. “Oke makasih sus!” jawab Aurora lalu kemudian berlalu pergi menuju ruang UGD. Aurora menemukan ruangan UGD melihat ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang Aurora kenal untuk menanyai bagaimana kronologi kejadian daddynya bisa di bawa ke rumah sakit. Namun setelah mencari tidak ada satupun orang yang di kenalinya, kemudian Aurora mengistirahatkan tubuhnya duduk di bangku yang di sediakan sambil memainkan ponselnya, namun tiba-tiba ada yang menepuk punggungnya dari belakang, dan saat di lihat siapa yang menepuk punggungnya teryata Arya. Melihat Arya Aurora sontak terbangun dari duduknya dan belum sempat Arya berbicara, Aurora sudah lebih dulu menyerobot untuk berbicara. “Arya ... kamu dari mana aja! Kok saya dateng ga ada siapa-siapa! Terus gimana kejadiannya kok daddy bisa masuk rumah sakit! Udah ngehubungin mommy belum!” tulas Aurora. “Habis dari toilet bu.. Iya tadi tuh kan sama saya pas baru turun dari mobil gatau kenapa tiba-tiba tuan berdiri aja ga jalan-jalan, pas di tanya kenapa katanya kepalanya sakit banget, terus bapak merintis kesakitan gitu!” jelas Arya. “Oh gitu! Kamu udah ngehubungin siapa aja!” tanya Aurora terdiam sejenak mengigat sesuatu. “Apa penyakit daddy kumat lagi ya! Setelah sekian lama ga ada apa-apa tiba-tiba sakit lagi!” batin Aurora. Aurora terdiam sejenak, mengigat-ngigat kejadian yang mungkin ada hubunganya dengan kejadian ini, lalu Aurora teringat oleh penyakit yang di derita oleh daddynya. “Apa mungkin penyakit daddy kumat lagi! Perasaan udah agak lama aku ga liat daddy sakit-sakitan lagi! Atau justru memang aku gatau selama ini daddy diam-diam menahan rasa sakitnya seperti waktu itu!” batin Aurora. Aurora menghubungi mommynya untuk memberitahukan keadaan daddynya sekarang, Aurora mengambil ponsel di sakunya kemudian mencari nomer Carissa dan telfonpun tersambung. “Hallo mom ...!” sapa Aurora. “Ada dirumah nak! Kenapa memangnya?” tanya Carissa. “Mom ini daddy sekarang ada di rumah sakit cahaya terang!” ujar Aurora. “Hah! Kok bisa?! Bukannya tadi baik-baik aja! Kok tiba-tiba!” jawab Carissa syok. “Iya tadi pas mau ketemu kline! Daddy tiba-tiba sakit kepalanya dan minta di anterin ke rumah sakit! Sekarang daddy lagi di periksa!” jelas Aurora. “Yaudah kamu jagain daddy dulu! Di ruangan mana daddy! Mommy segara kesana!” tegas Carissa. “Iya mom hati-hati! Ini sekarang masih di UGD! Nanti kalo udah sampe mommy telfon atau chat Aurora aja barangkali daddy udah di pindah di kamar rawat! Nanti Aurora kasih tau!” jelas Aurora. “Yaudah dah!” ucap Carissa terburu-buru lalu memagikan telfon. ~telfon di tutup~ ~place Carissa~ Carissa yang sedang beristirahat sejenak dari pekerjaan menata ruangan untuk acara pertunangan Aurora mendapat telfon dari putri tercintanya sontak mengangkat telfon tersebut. Dan betapa kagetnya Carissa saat mengetahui alasan Aurora menelfonnya, hal ini membuat fikiran Carissa tidak tenang. “Hallo mom ...!” sapa Aurora. “Ada dirumah nak! Kenapa memangnya?” tanya Carissa. “Mom ini daddy sekarang ada di rumah sakit cahaya terang!” ujar Aurora. “Hah! Kok bisa?! Bukannya tadi baik-baik aja! Kok tiba-tiba!” jawab Carissa syok. “Iya tadi pas mau ketemu kline! Daddy tiba-tiba sakit kepalanya dan minta di anterin ke rumah sakit! Sekarang daddy lagi di periksa!” jelas Aurora. “Yaudah kamu jagain daddy dulu! Di ruangan mana daddy! Mommy segara kesana!” tegas Carissa. “Iya mom hati-hati! Ini sekarang masih di UGD! Nanti kalo udah sampe mommy telfon atau chat Aurora aja barangkali daddy udah di pindah di kamar rawat! Nanti Aurora kasih tau!” jelas Aurora. “Yaudah dah!” ucap Carissa terburu-buru lalu memagikan telfon. ~telfon di tutup~ Carissa langsung bergegas ke rumah sakit cahaya terang dengan mobil miliknya, kali ini Carissa menyetir sendiri, Carissa mengendari mobilnya dengan kecepatan 70km/jam. ~place Aurora~ Aurora yang memang sedang menunggu dokter memeriksa keadaan Ganendra, akhirnya dokter keluar dari ruangan UGD untuk memberitahukan keadaan Ganendra setelah di periksa. “Keluarga dari bapak Ganendra ya?” tanya dokter. “Iya dok! Gimana sekarang keadaanya!” jawab Aurora. “Ibu siapanya ya! Keluarganya? Atau kerabatnya!” ujar dokter. “Saya anaknya dok!” tutur Aurora. “Kalo begitu ikut keruangan saya!” ajak dokter. “Oke dok!” ujar Aurora. Aurora dan sang dokter pun berjalan memasukin ruangan dokter dan berbicara tentang keadaan Ganendra. “Begini bu! Bapak Ganendra mengidam penyakit kanker otak stadium 4 dan waktunya tidak lama lagi! Kalo bisa bapak Ganendra harus beristirahat saja! Karena sudah tidak bisa melakukan pekerjaan berat lagi!” jelas dokter. “Hah! Kira-kira berapa lama lagi ayah saya mampu bertahan hidup!” tanya Aurora. “Tidak lama, paling lama banget 1 tahun lagi! Tapi biasanya orang yang punya sakit kanker otak stadium 4 itu hidupnya kurang dari waktu 1 tahun! Dan ibu jangan merasa heran kalo nanti beliau sering lupa! Bahkan terus bertanya kalian siapa! Karena memang memorinya sudah error!” jelas Dokter. “hmm... begitu ya! Jadi sekarang gimana keadaan beliau dok!” tanya Aurora. “Untuk sekarang beliau sudah melewati masa kritisnya dan beliau harus di rawat dulu ya! Sampai pulih kembali!” ujar Dokter. “Oke baiklah dok!” ujar Aurora. Aurora berjalan keluar ruangan dokter dan terdiam untuk waktu yang lama! Aurora merasa frustasi dan syok akan hal ini! Aurora binggung bagaimana menjelaskan kepada mommynya! Aurorapun memutuskan untuk kembali ke UGD untuk memastikan keadaan sang Ayah tercintanya benar-benar sudah membaik belum dan sudah bisa di pindahkan belum ke ruangan rawat inap. Setelah sampai di ruangan UGD Aurora melihat daddynya yang terbaring lemas dan sudah siap untuk di pindahkan ke ruangan rawat inap, Aurora hanya mengikuti kemana langkah para suster membawa daddynya. Setelah sampai di ruangan rawat melati 1 Aurora duduk di samping tempat tidur daddynya sambil mengengam tangan Ganendra seolah memberi kekuatan untuk Ganendra tersandar. “Dad! Daddy pasti bisa kan lewatin semua ini! Aurora rindu sama daddy! Aurora minta maaf selama ini Aurora suka nyusahin daddy! Daddy pasti kuat! Ada Aurora disini! Aurora gamau di tinggalin daddy!” ucap Aurora sambil mengengam erat tangan daddynya. Kemudian Carissa datang dengan raut wajah sangat khawatir dan langsung memeluk suaminya dengan perasaan lemas dan berharap tidak terjadi yang tidak di inginkan. Aurora yang melihat hal ini merasa sangat sedig berkali-kali lipat! Lalu Aurora menarik pergelangan tangan Carissa dan mengajaknya menjauh sedikit dari Ganendra. Carissa yang merasa pergelangan tangannya di tarik pun mengikuti langkah putri cantiknya sambil bertanya-tanya apa yang terjadi. “Nak kenapa? Mommy belum selesai lho! Mommy mau nemenin daddy dulu! Mau berbicara apa! Kenapa ga di sini aja!” ujar Carissa. “Sebentar Aurora mau berbicara sebentar! Jangan disini kasian lah daddy nanti ternganggu sama suara kita!” ujar Aurora. “Yaudah sekarang mau bicara apa! Dan oh iya gimana apa kata dokter tadi! Daddy gapapa kan Ra!” ujar Carissa. “Daddy di vonis dokter hidupnya ga akan lama lagi! Daddy kena kanker otak dan udah stadium 4 Jawab Aurora lemas. “Hah apa!” ujar Carissa sambil menutup mulutnya. “Ya allah daddy! Bukannya daddy udah sembuh ya!” gumam Carissa. “Udah sembuh! Apa maksud mommy! Jadi selama ini kalian nyembunyiin semua ini dari aku!” murka Aurora. “Ah ga bukan begitu nak maksudnya!” jelas Carissa. “Bukan begitu gimana! Jadi apa maksud dari omongan mommy udah sembuh! Kenapa kalian jahat banget sama aku!” gerutu Aurora. “Mommy sama daddy gamau buat kamu kepikiran sama penyakit daddy nak! Mommy minta maaf! Dan daddy yang minta mommy untuk ga kasih tau kamu nak!” jelas Carissa. “Kamu tenang dulu nak! Jangan marah! Sekarang kita fokus ke daddy dulu ya! Masalah ini kita selesaiin nanti! Kami sayang sama kamu nak! Ga ada maksud apa-apa! Jangan di bahas dulu ya nak!” pinta Carissa sambil memeluk Aurora. “hiks hiks hiks daddy!” ujar Aurora. “maaf in mommy ya nak!” ujar Carissa merasa bersalah dan sambil menanggis juga. “Sekarang kita masuk yuk! Kita temenin daddy! Kasian daddu sendirian!” ajak Carissa. Carissa dan Aurora sudah selesai dengan perbincangan kecil mereka dan sudah duduk di samping-samping tempat tidur Ganendra menunggu Ganendra tersadar. ~Devandra place~ Devandra yang sedang menikmati kebersamaan bersama Lavina kekasihnya di pantai ancol mendapat isi pesan teks dari Aurora yang berisi curhatan! ~pesan~ “Dev lu lagi dimana!” tanya Aurora. “Di luar gua Ra! Kenapa emangnya!” jawab Devandra. “Bokap gua masuk rumah sakit tau Dev!” ujar Aurora. “Hah kok bisa! Kapan! Terus sekarang gimana keadaany!” ucap Debandra khawatir. “Iya gatau! Penyakitnya yang dulu kumat lagi dan justru sekarang tambah parah!” jelas Aurora sedih. “Yaudah sekarang lu dimana! Gua kesana ya!” tawar Devandra. “Gua di rumah sakit cahaya terang jakpus! Ya boleh aja kalo lu mau kesini mah!” ujar Aurora. “Gua mau kesana! Mau nemenin lu!” jawab Devandra. Sedangkan Lavina yang kesal karena merasa di abaikan oleh Devandra, bagaiamana tidak saat sedang bersama Lavinapun Devandra sibuk dengan ponselnya. Kejadian ini membuat Lavina marah dan terjadilah berdebatan kecil antara Devandra dan Lavina, Devandra yang khawatir akan keadaan Aurorapun jadi terbawa emosi karena kekesalan Lavina yang tidak ingin di abaikan.   || bersambung ...|| 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN