ADC56

1666 Kata
~Place Aurora~ Aurora yang tertidur di mobil dan Garvi yang kasian jika harus membangunkannya membuat Garvi memutuskan untuk mengendongnya sampai ke kamar. “Ini anak emang lelah, apa emang hobynya tidur sih! Perasaan tidur terus!” fikir Garvi. “Kasian amat kalo gua bangunin! Dia semalem tidur jam berapa sih! Nonton drama!” ucap Garvi bertanya-tanya. Garvi membuka pintu mobil Aurora dan mengangkat Aurora dari kursinya membuka pintu dan masuk ke dalam rumahnya, kebetulan lagi tak ada siapapun di rumah, daddy dan mommy juga gatau ada dimana, setelah sampai di kamar Garvi meletakan Aurora di kasur dan memakaianya selimut kemudian menyalakan AC. Garvi turun lagi ke bawah untuk mengambil belanjaan mereka dan barang-barang yang sudah di siapakan tadi oleh Garvi, setelah semua selesai di angkut Garvi pun duduk di kasur yang di tiduri oleh Aurora. Aurora menganti posisi tidurnya dan tangannya secara tidak sengaja menyentuh badan Garvi, Aurora pun merasa tanganya mengenai sesuatu dan kemudian Aurora membuka matanya, melihat ke arah Garvi dan sekeliling Aurora, Aurora yang belum begitu sadar hanya memandangi Garvi seakan meminta penjelasan mengapa bisa sudah ada di kamarnya. “Lah kok gua udah ada disini?” tanya Aurora lemas. “Ya lu tidur! Gua ga tega mau bangunin lu! Jadi gua gendong lu kesini!” tutur Garvi. “Ah emang iya ya! Kok gua ga sadar!” sangkal Aurora. “Ya liat aja sekarang lu dimana?” jawab Garvi singkat. “Ah iya juga terus daddy sama mommy gua bilang apa?” tanya Aurora penasaran. “Gatau daddy sama mommy pas gua masuk ga ada!” urai Garvi. “Ah kemana ya mereka! Oh iya sekarang udah jam berapa?” kelakar Aurora. “Udah jam 5 yaudah gua mau mandi dulu lah! Mau mandi bareng ga?” goda Garvi. “Ih gamau sana mandi aja duluan!” tolak Aurora. Aurora bangun dari tidurnya mengigat banyak yang harus di kerjakannya, kemudian Aurora menyiapkan barang-barang yang harus di bawa, agar pekerjaanya cepat selesai dan Aurora bisa beristirahat kembali atau melanjutkan menonton dramanya karena memang ada yang belum selesai di tonton. Namun Aurora ingin sekali menelfon daddynya entah Aurora merasakan perasaannya yang tak enak sekali. “Tut... tut ...!” suara ponsel. “Hallo dad, Assalamualaikum!” salam Aurora. “Walaikumsalam nak! Iya ada apa nak!” tanya Ganendra. “Daddy sama moomy kemana? Kok ga ada dirumah!” resah Aurora. “Daddy lagi dirumah sakit Ra! Emang ada apa gitu!” tutur Ganendra. “Ngapain daddy sakit lagi! Kok ga bilang Aurora sih! Terus mommynya lagi sama daddy kan?” ujar Aurora. “Ga kok sayang! Biasa daddy cuman kontrol doang! Obat daddy udah habis juga! Ga ada mommy lagi ke toilet sebentar!” jelas Ganendra. “Oh syukur lah pantesan Aurora pulang ga ada daddy sama mommy, masih lama ga dad?” sanggah Aurora. “Ga kok sayang sebentar lagi! Kenapa Aurora ada yang mau di titipin tah!” tawar Ganendra. “Ga kok dad! Cuman nanya aja! Ati-ati pulangnya dad!” papar Aurora. “Yaudah dad! Kalo gitu assalamualaikum!” sambung Aurora. “Walikumsalam nak!” jawab Ganendra dan telfon tertutup. Aurora mematikakan telfonya dan melanjutkan membereskan bajunya dan Garvi. ~place Garvi~ Garvi yang berada di kamar mandi merendamkan tubuhnya di buthup merenungi apa yang harus di lakukannya sekarang, sebenarnya Garvi merasa sangat tertekan dengan keadaan seperti ini, dan mengigat-ngigat ucapan Aurel kepadanya tadi. Garvi juga tak tega melihat Aurora yang sudah begitu mengerti Garvi meskipun Garvi tidak mencintainya tapi Aurora selalu berusaha mengerti Garvi. “Aurel bener ya! Gua gabisa kayak gini terus! Kasian juga kalo gua selalu muncul di hadapan Aurel! Pasti rasanya sakit!” batin Garvi. “Ahh yasudahlah, mungkin gua harus mencoba untuk mencintai Aurora, dia juga istri gua! Gua bakal hidup sama dia, kasian juga kalo hati gua bersama orang lain, dia juga udah tertekan dengan keadaan!” fikir Garvi. Garvi menyelesaikan mandinya dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk, saat ingin memakai baju, Garvi lupa tidak membawa baju, dan dengan terpaksa keluar dengan menggunakan handuk saja. Aurora yang sedang asik dengan kesibukanya kaget melihat Garvi yang keluar dengan tidak memakai baju dan hanya handuk yang melingkar di pinggangnya, melihat hal ini Aurora mengomelin Garvi. “Kenapa lu ga pake baju di kamar mandi sih!” omel Aurora. “Ih ya gua lupa bawa baju! Masih mending gua pake anduk! Daripada gua ga pake apa-apa!” tandas Garvi. “Ih apan sih lu! Pake lupa segala! Yaudah sana ambil tuh baju lu! Terus sana pake disana!” omel Aurora. “Iya bentar ambil dulu lah bajunya! Ngomel-ngomel bae lu! Gitu aja marah!” ujar Garvi tak terima. “Ya lu siapa suruh begitu! pake acara lupa!” gerutu Aurora. “Ya namanya manusia, masa kagak boleh lupa!” gumam Garvi. Garvi mengambil baju dan kembali ke kamar mandi, memakai baju dan setelah selesai memakai baju, melihat di kamar namun tak ada Aurora di kamar, Garvi bertanya-tanya kemana perginya itu orang. “Kok itu orang kagak ada! Kemana perginya tuh!” batin Garvi. Garvi merebahkan tubuhnya di kasur, dan membuka laptopnya bekerja dari jarak jauh. Aurora yang turun kebawah karena merasa ada suara pintu gerbang di buka ingin menyambut daddy dan mommynya yang datang, Aurora menunggu di depan pintu rumah dengan senyuman di wajahnya. “Daddy, mommy!” sapa Aurora. “Hallo sayang!” jawab Ganendra dan Carissa secara bersamaan. “Kalian udah makan belum!” tanya Aurora. “Giamana! Apa kata dokter!” kata Aurora penasara. “Udah tadi kita makan sebelum sampe rumah! Kalo kamu udah makan belum?” jawab Carissa. “Gapapa kok! Katanya kesehatan daddy sudah mulai membaik! Nanti juga besok daddy mau ke kantor ah! Rindu udah lama ga kesana!” ungkap Ganendra. “Nanti aurora bikin mie aja ah! Kangen mau makan mie! Oh yaudah syukur lah! Nanti kalo daddy kesana jangan sendirian! Ajak mommy aja dad!!” usul Aurora. “Iya oke deh! Tenang daddy mah kuat kok!” ujar Ganendra. “Yaudah daddy sama mommy mau istirahat dulu nak! Cape huh!” ujar Carissa. “Yaudah sok mangga! Aurora juga mau ke atas lagi! Mau istirahat besok kan Aurora mau pergi!” jelas Aurora. Ganendra dan Carissa masuk kemarnya dan begitupun dengan Aurora yang naik ke kamarnya, begitu masuk ke kamarnya, Aurora melihat Garvi yang sedang bekerja dengan laptopnya, melihat hal ini Aurorapun menawari Garvi ingin di buatkan minum atau tidak. “Lagi kerja?” tanya Aurora. “Iya nih! Seharian belum buka laptop!” ujar Garvi. “Mau di buatin in kopi atau s**u ga!” tawar Aurora. “Ah boleh deh! Tapi aku laper lagi! Mau mie!” renggek Garvi. “Mau mie! Yaudah nanti di bikinin! Biasa lu mah! Kalo di baikin ngelunjak! Orang di tawarin apa malah mintanya apa!” sinis Aurora sambil melirik ke arah Garvi. “Dih orang tuh! Ya maaf namanya orang laper masa gaboleh sih! Kamu mah ngomel terus!” lirih Garvi. “Ya udah tunggu ya!” di buatin!” ucap Aurora. Aurora turun kebawah untuk memasakan mie dan membuatkan s**u buat Garvi, dan membuat untuk dirinya sendiri juga, karena Aurora ingin makan juga. Setelah sampai di dapur, Aurora memasak dengan cepat tidak butuh waktu lama, dalam waktu 10 menit masakan sudah jadi, Aurora membawanya ke atas dengan menggunakan nampan, kemudian mereka makan bersama terlihat harmonis. “Udah jadi!” sorak Aurora. “Yey wah keliatannya enak nih!” sambut Garvi. “Yaudah yuk kita makan!” ajak Aurora. “Yuk!” sambut Garvi dengan gembira. Mereka makan dengan cepat, selesai makan Garvi menaroh piring kotor karena kasian melihat Aurora yang sudah kelelahan karena sudah melakukan banyak aktivitas. “Udah sini gua aja yang naro!” tawar Garvi. “Nah gitu dong dari tadi kan bisa ya! Kalo gini kan enak ada fitbacknya!” ucap Aurora. “Yaudah lu rebahan aja sono! Atau mau mandi! Belum mandi kan lu!” tegur Garvi. “Iya belum mandi! Orang ngurusin aja lu! Baju lu noh! Beresin sendiri kek! Kan gua ga banyak kerjaan jadinya!” keluh Aurora. “Ya gabisa gitu lah! Lu kan istri gua! Ya sebagai istri yang baik tuh ya lu harus ngurusin gua lah!” gumam Garvi. “Ilih giliran kayak gini lu ngakuin gua! Giliran lagi enak lupa lu! Basi an**r!” marah Aurora. “Dah sana lu taro tuh ya! Gua mau mandi! Jangan masuk lu! Awas aja kalo lu masuk kamar mandi selama gua mandi!” ancam Aurora. “Tuh kan elu mah, mikirnya tuh gitu terus!” kesal Garvi. “Ya bodo amat!” ucap Aurora tak peduli. Garvi pergi dari kamar meletakan piring dan gelas di dapur, sedangkan Aurora mandi, aurora meremdamkan tubuhnya di air hangat yang sudah ada di buthup, Aurora sangat suka merendamkan tubuhnya di buthup, sampai Garvi yang menunggunya sampai bosan. Garvi telah sudah balik lagi ke kamar, karena memang tak ada siapapun di bawah yang bisa di ajak untuk berbicara, Garvi melanjutkan pekerjaanya sambil menunggu Aurora yang mandi. Saat Garvi sedang sibuk dengan pekerjaanya Garvi mendapatkan satu pesan yang teryata pesan itu dari mantan kekasihnya. ~isi pesan~ “Maaf menganggu waktunya, dan selamat atas pernikahanya ya, semoga bahagia selalu dan jangan sakitin sahabat aku! Biar bagaimana juga dia sahabat aku! Sebenarnya aku mau ngasih tau, kalo besok aku mau berangkat ke jepang!” kata Aurel. “Iya makasih ya! Semoga kamu sehat selalu disana! Dan semakin sukses! Makasih juga udah pamit! Semoga kamu bisa mendapatakan sosok lelaki yang lebih baik!” jawab Garvi. “Oh iya aku boleh minta permohonan ga! Buat yang terakhir! Aku minta kamu sama Aurora dateng ya, aku ingin ngucapin selamat sama Aurora juga! Sekalian aku mau pamit!” permintaan Aurel. “Oh yaudah jam berapa kamu terbang besok!” tanya Garvi. “Ya jam 10 terbang! Jangan lupa dateng ya!” ujar Aurel. “Iya nanti pasti dateng! Tapi apa kamu gapapa! Aku tau rasanya pasti sakit!” papar Garvi. Tidak ada balasan apapun dari Aurel, dan Garvi pun tidak lagi begitu mengejar Aurel untuk kebaikan mereka semua, Garvi sudah ingin menghilangkan perasaanya kepada Aurel. ||bersambung ....||
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN