Jannah menggeleng pelan. Hatinya menolak curhat pada sahabatnya. Meski dulu, mereka begitu dekat, dan A Hong selalu bertindak sebagai malaikat penyelamatnya, namun tidak untuk saat ini. Ada ikatan kuat tak cuma atas nama cinta, yang harus ia jaga. Ada harga diri suami, yang harus ia hormati. Biar bagaimana pun, Jagat yang telah berani meminangnya, dan akad di depan penghulu. Bukan pria penuh pesona di depannya. Ia beranjak dari bangku panjang tempat menunggu para pendamping anak-anak yang sedang bermain. Tanpa menghiraukan pertanyaan Jagat terakhir, ia berseru,” Lho, mana Tarra dan Amel? Aku cari dulu, ya.” A Hong tak mendesak pertanyaannya untuk segera dijawab. Ia tahu Jannah butuh waktu. Dan, sudah belasan tahun mereka tak bertemu. Pasti butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ia tetap d

