45. Evil Plan

1730 Kata

    Di tempat yang lain…     Pria dengan rambut cepak itu berdiri di balik sebuah pohon. Menanti seseorang yang ia yakin pasti akan keluar ke jalan itu beberapa menit lagi. Ia sudah mempelajari jadwal wanita yang ditunggunya itu. Pada jam seperti sekarang ini, wanita itu akan keluar ke pasar.     Ia tidak berani masuk ke dalam kos wanita itu karena rekor buruk yang ia alami sebelumnya. Amukan massa dan pukulan bertubi-tubi bisa dihujamkan padanya sekali lagi jika ia mengulang aksi yang sama di dalam kos wanita itu. Katakanlah ia pengecut, ya mungkin itu benar adanya.     Ia memasukkan lollipop ke dalam mulutnya. Menanti sambil menikmati lollipop memang jadi sebuah kebiasaan untuknya. Tak berapa lama, sosok wanita yang ia tunggu keluar dengan menjinjing sebuah keranjang belanja berukur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN