Memori

1502 Kata

Makan malam di rumah Andine dihiasi dengan obrolan yang sangat Andine rindukan. Hidangan makanan yang menggugah selera setelah ia bertahan dengan makanan di kosan yang begitu sederhana. Malam itu mereka merayakan keberhasilan Nizar, Adik Andine yang berhasil melewati ujian nasionalnya. Ia malah meraih peringkat tertinggi kedua. Mungkin akan peringkat satu jika dia tidak menghabiskan waktu di siang hari untuk bermain game. Ayahnya yang paling senang, pasalnya sebelum itu Nizar menolak tawaran untuk ikut bimbingan belajar. Siapa sangka dia bisa membuktikan dirinya bisa walau tidak ikut bimbingan belajar sekalipun. Andine juga bercerita tentang kehidupan perkuliahannya yang baik-baik saja. Seperti yang dikatakan ibunya, selama dia menaati semua peraturan pasti tak ada yang perlu dikhawatirkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN