Kedatangan di China

1085 Kata

Di malam yang dingin setelah seorang pria memutuskan untuk mengutarakan tentang keinginannya berkuliah di luar negeri. Tak main-main dia mengatakan itu karena dia baru saja menerima pesan kalau ia dinyatakan lolos seleksi beasiswa. Beasiswa penuh di sebuah universitas di negeri tirai bambu. Makan malam itu terasa hambar karena ayahnya menatap dengan garang pada pria itu. “Kenapa harus di luar negeri? Di dalam negeri juga banyak beasiswa.” “Ini kesempatan Alvian pah, Alvian mau belajar supaya bisa lebih baik mengolah kedai kopi Alvian.” “Lalu siapa yang mengurus kedai itu sementara kau pergi huh?” Alvian, pria itu melirik lagi pada seorang pria lainnya yang duduk di sampingnya. Sepupunya yang yatim piatu. Sudah tiga tahun lebih dia tinggal bersama mereka. “Ryan. Alvian sudah mempercay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN