Vivian and Diana Story (Part 17)

1004 Kata

“Pergilah, Vivian. Lepaskan aku,” lirih Diana. Sekeras apa pun Vivian menolak, itu adalah keputusan Diana yang harus ia terima, sehingga Vivian tak dapat berbuat apa-apa lagi, meskipun hatinya terus menolak. “Baik, bila itu keinginanmu, mari kita bercerai saja,” ujarnya dengan suara parau. Diana tersenyum, senyum yang di paksakan. Sangat kentara. “Ya, aku akan menunggumu surat ceriamu, setelah aku keluar dari sini, aku akan segera mengemasi barang-barangku, aku akan keluar dari rumahmu.” “Tidak, kau tak perlu keluar, biar aku yang pergi dari rumah itu, tinggallah di sana dengan nyaman, aku akan pindah ke apartemenku.” “Tapi-“ “Aku tak ingin memiliki kenangan denganmu.” (Setidaknya jika aku tak dapat bersamamu, aku masih tau tempat tinggalmu) Senyum getir terukir di wajah Dian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN