Beberapa hari telah berlalu setelah Diana terbangun dari komanya. Namun, tak sehari pun Vivian dapat bertemu tatap dengan wanita itu. Vivian hanya bisa melihatnya dari luar melalui kaca yang terpasang pintu, Diana masih menolak bertemu dengannya. Penolakan itu berujung pada penyesalan Vivian yang begitu besar. Setiap hari Vivian berkunjung ke sana, melihat Diana dari depan kamarnya, dan wanita itu selalu tertangkap basah sedang menangis. Ini semua memang salahnya, egonya terlalu besar. Dan sampai kapan pun rasa penyesalannya tak akan pernah pudar, meskipun Diana sudah menerimanya kembali. Dalam bekerja pun Vivian tak dapat konsentrasi, sehingga banyak pekerjaan yang ia tunda. Vivian hanya bisa merenung, penampilannya terlihat kacau, sapaan dari setiap pegawai tak ada satu pun yang ia bal

