Setelah menjalani banyak permasalahan Nuna semakin merasa kalau Frengky betul-betul orang yang mencintai dia dengan tulus, perasaan Nuna kian berubah pada Frengky, ia mulai jatuh cinta, kasih saya Frengky buat Nuna sayang pada Frengky, dan takut kalau Frengky direbut Dian.
Nuna pun mencium tangan Frengky, ia betul-betul mencintai Frengky bahkan menyanyangi suaminya itu. Cintanya pada Frengky betul-betul tumbuh begitu saja, ia tidak menyangka kalau ia menjadi istri Frengky. Ternyata pernikahan adalah kebahagiaan , bukan penderitaan seperti yang ia duga dulu. Nuna merasa hidupnya lengkap karena dapat dicintai oleh Frengky.
Dian segera ke rumah sakit, untuk menengok Nuna, semakin ia mendengar Ghio, ia semakin luluh, dan sadar kalau selama ini ia salah, dan justru akan semakin menderita. Dian memilih untuk mengikhlaskan Frengky, dan mencari laki-laki lain. Nuna terdiam, tidak menyapa Dian, Dian langsung menangis dan meminta maaf pada Nuna. Frengky kali ini percaya pada Dian, Dian terlihat tulus.
Orang tua Nuna pun ingin Dian dan Nuna bisa berkawan lagi, Nuna pun mau menerima Dian, karena Nuna tau kalau kali ini Dian udah ikhlas. Semua orang bahagia tapi Nuna masih ingin menjadi pebasket. Nuna pun segera bertanya pada panitia. Jawaban panitai mengecewakan Nuna.
Nuna pun tau kalau ini uah resiko dari kebohongannya. Nuna tersenyum lalu Nuna menutupi jawaban panitia dari Frengky. Frengky dan Dian tersenyum. Ternyata dibelakang Nuna, panitia telah bekerjasama dengan Frengky, dan Dian. Ada yang mau dihadiahi Frengky untuk Nuna. Nuna pun diminta menutup mata, dan mendengar panitia yang kali datang menemuinya.”Kamu terpilih menjadi pelatih Nuna. “
Nuna langsung membuka mata, ia langsung sujud syukur, karena ia bisa tetap ada di dunia basket walau kini bukan menjadi pebasket, namun orang yang justru ada di balik layar pebasket. Nuna langsung mencium pipi Frengky, ia menangis sambil mengucapkan kamu adalah orang yang aku cinta.