Tunjukan Cinta

1276 Kata
Pernyataan cinta yang Frengky ucap terkesan terlalu cepat menurut Nuna, Nuna belum bisa yakin kalau Frengky mencintai dia. Nuna pun berusaha mencari tau tentang alasan Frengky mencintainya. “Frengky, maaf aku belum yakin kamu mencintaiku.” “kenapa, aku mesti berapa kali yakinin kamu?” “aku tau kamu bukan orang yang mudah mencintai, kamu gak mudah jatuh cinta.” “Jadi menurut kamu, ini terlalu cepat?” “Iya.” “Nuna aku mencintaimu. Kamu perlu aku tunjukan cintaku?” “Iya, kamu harus bisa jawab pertanyaanku. Frengky alasan kamu mencintaiku aku boleh tau?” “Iya, karena kita yang sering bersama, aku jatuh cinta semenjak kamu perhatian padaku.” “Kamu udah jatuh cinta sebelum kita honeymoon?” “Iya..” Rangkulan hangat di sasarkan pada Nuna, Frengky betul betul jatuh cinta dan tidak bisa lagi menutupi cintanya pada Nuna. Nuna pun terpaku. Frengky tidak mau Nuna kesal padanya, karena Frengky mencintai Nuna. Frengky pun mencium pucuk kepala Nuna, kali ini dalam keadaa Nuna sadar. Nuna semakin terpaku, ia seperti patung yang tidak bisa bergerak, ia terlalu nyaman. Kenyamanan ini mungkin karena Frengky adalah kawan yang Nuna sayang. Nuna tau ciuman yang didaratkan pada pucuk kepalanya, adalah cara Frengky menyatakan sayangnya sebagai kawan, bukan seperti yang dikatakan Frengky. Nuna pun meninggalkan Frengky. Frengky berlari mengejar Nuna. Nuna pun semakin kencang berlari, ia menutup pintu, dan berlari menuju lapangan. Di lapangan, Nuna tidak menyangka ada Ghio, kapten basket yang kini ia kagumi. Ghio pun menyapa Nuna.   “Halo gadis cantik.” “Halo, Ghio.” Jawaban Nuna terkesan datar, Nuna tidak bisa menyapa Ghio dengan ceria seperti yang pertama bertemu Ghio. Ghio pun tau kalau Nuna ada masalah. “kamu kenapa kok datar gitu.” “Gak kok.” “Kalau kamu pingin cerita, cerita saja.” “Iya aku gak mau cerita.” “Cerita dong, kan aku pingin denger.” Ghio memaksa Nuna, dan berhasil buat Nuna menceritakan permasalahannya. “Ghio , aku gak tau gimana ceritanya ke kamu.” “Udah cerita saja, jangan ditunda,” “Aku harap kamu bisa gak membocorkan rahasia ini ya.” “Ada kawanku yang mencintai aku, tapi aku gak tau aku harus bersikap bagaimana.” “Kamu gak usah takut, aku bisa bantu kamu, untuk tunjukan cinta itu ada atau gak.” “Caranya?” “Caranya kamu pegang tangan aku.” Tangan Ghio dipegang Nuna. “Kamu ngerasain gak?” “Gak” “kalau yang sekarang kamu ngerasain gak?” Ghio mendaratkan ciuman di pipi Nuna, Nuna sontak langsung menggampar Ghio.   “Kamu gila ya aku istri orang.” Nuna tidak sengaja mengatakan sebuah rahasia yang ia tutupi. “Kamu udah menikah?” “Gak.” “aku denger kamu katanya istri orang.” “Ntar kan aku istri orang.” “Yaudah aku pamit ya, Nuna.” “Yaudah.” Ghio pulang ke rumahnya, Ghio  tidak percaya pada Nuna, ia pun mencari tau tentang Nuna dengan bantuan Dian, tetangga Ghio. Dian yang merupakan kawan Nuna, menceirtakan kalau Nuna udah menikah dengan Frengky. Dian semakin girang karena Ghio sekarang memiliki rahasia yang sama. Dian pun mengajak kerja sama Ghio, untuk sama-sama mendapatkan orang yang mereka cinta. Dian mencintai Frengky, Ghio mencintai Nuna.  Lalu Dian dan Ghio memilih untuk berpura-pura menjadi orang kepercayaan Nuna dan Frengky.  Di lapangan Nuna memilih untuk menelpon Dian, kawan yang ia kira adalah kawan dia yang bisa dipercaya, Dian pun mengangkat telpon Nuna. “Halo, Nuna.” “Dian, gue mau cerita dong.” “Cerita  Nuna, gue denger kok.” Dian menyetel mengkeraskan suara Nuna ditelpon, dengan cara memencet speaker. Ghio yang ada di rumah Dian, mendengar isi percakapan Nuna dan Dian. Ghio pun lalu ingin Dian bertanya pada Nuna tentang Ghio. “Dian…” “Iya kenapa sih.” “Frengky udah nyatain cinta ke gue.” “Ya bagus dong, kan Frengky cowok yang baik.” “Tapi sekarang gue gak tau.” “Coba tenang.” “Gue sekarang lagi kagum banget sama kapten basket putra, Ghio.” “Woh kok gue gak pernah denger tentang Ghio.” “Iya gue baru ketemu dia di latnas.” Ghio tersenyum mendengar Nuna yang kagum padanya. “Frengky gimana dong.” “Gue gak tau.” “Nuna.” “Iya Dian?” “Ghio pernah cium loe gak?” “Iya gila dia cium pipi gue, kan loe tau gue menikah dengan Frengky.” Ghio bener bener tidak menyangka kalau Nuna udah menikah dengan Frengky, dan kawan yang dibilang mencintai Nuna adalah suami Nuna. Ghio pun semakin ingi merebut Nuna, dengan cara memanfaatkan kelemahan Nuna yaitu rahasia Nuna yang udah menikah, bisa saja menjadi senjata untuk buat Nuna luluh padanya. “Cium pipi?” “Iya kan kalau Frengky tau dia pasti bakal kecewa.” Dian pun berencana untuk buat Frengky mengetahui tentang Nuna dan Ghio. Dian pun menutup telpon Nuna, Nuna heran kenapa Dian menutup telpon.  Nuna pun memilih berdiam di lapangan beberapa jam. Ia belum mau pulang, karena dia tidak tau harus bersikap bagaimana pada Frengky. Frengky yang mengira Nuna pulang cepat, segera menyusul Nuna. Di lapangan Frengky langsung menginginkan Nuna pulang ke rumah, karena Frengky dan Nuna tidak boleh ketahuan kalau mereka saling bertengkar. Nuna pun menurut. Setelah pulang, Nuna pun beristirahat. Frengky memandangi wajah Nuna, Frengky takut sekali kalau Nuna tidak mau lagi berkawan dengannya. Frengky lalu sibuk untuk mengaji. Nuna yang udah terbangun mendengar suara Frengky mengaji, begitu indah. Nuna tau Frengky adalah laki-laki baik yang ia kenal, Nuna pun mempertimbangkan tentang Ghio dan Frengky. Nuna pun tidak mau menyembunyikan rahasia dari frengky, setelah Frengky mengaji Nuna pun mengajak Frengky bicara. “Frengky aku mau bicara sesuatu.” “Iya Nuna.” “Frengky aku minta maaf mungkin kamu bakal gak suka dengernya.” “Aku menghargai kamu yang mau bicara.” “Aku udah dicium laki laki lain.” “Siapa.. yang berani cium kamu?”Frengky kesal “Aku dicium Ghio, pipiku yang dicium.” “Ghio, laki-laki yang kamu suka kan?” “Aku…” “Kenapa kamu ceritain ini? Kan kamu Cuma mau berkawan denganku.” “karena aku menghargai kamu adalah suamiku.” “Terimakasih karena kamu meghargaiku.” “Kamu terus gak bilangkan kalau kamu udah menikah.” “Aku keceplosan, aku bilang aku istri orang.” “duh gimana kalau ketahuan, kan dia dekat panitia.” “Aku yakin dia gak denger kok.” “Bagus kalau gitu.” Tak berapa lama Dian menelpon Frengky, lalu Frengky mengangkat telponnya. Nuna bertanya siapa yang menelpon Frengky, lalu Frengky tidak menjawab Nuna. Frengky lalu mengangkat telpon di balkon. “Kenapa dian?” “aku mau ceritain rahasia penting Nuna.” “Yaudah ceritain.” Dian menceritakan rahasia Nuna yang dicium Ghio. Dian yakin Frengky pasti kesal dan rumah tangga Nuna dan Frengky bisa udahan. “Oh …” “Kok respon kamu gak kesal.” “Kenapa harus kesal?” “kan kamu diselingkuhi.” “Kamu tau Nuna udah cerita, dan kamu gak usah lagi mau mencoba buat aku dan Nuna bertengkar, aku tau kamu bukan kawan yang tulus untuk Nuna. “ Dian menutup telponnya, karena dia kesal, rencananya buat Frengky dan Nuna bertengkar tidak berhasil. Frengky lalu tertawa karena Dian tidak berhasil buat Frengky kesal pada Nuna. Frengky lalu memberitau Nuna untuk tidak percaya sepenuhnya pada kawannya. Nuna pun tidak percaya karena Nuna kenal Dian, adalah orang yang bisa dipercaya. Frengky pun tidak peduli pada Nuna yang tidak percaya kalau Dian bukan kawan yang baik. Nuna ingin Frengky percaya kalau Dian adalah kawan yang baik, Frengky berpura-pura percaya pada Dian. Di belakang Nuna, Frengky mencari tau tentang Dian dan rencananya yang lain. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN