"Kalau ada apa-apa kabari aku langsung atau kalau aku nggak bisa di hubungi, hubungi Komandanku, ya. Aku sudah minta tolong khusus pada beliau." Perkataan terakhir Mas Dika masih terngiang-ngiang di telingaku, rasanya aku tidak rela melihat layar ponselku yang menggelap pertanda jika panggilan teleponku dengan Mas Dika selama beberapa menit saat pemeriksaan kandungan di bulan terakhir sudah berakhir. Melihat wajahku yang mendung membuat Diana yang menemaniku, dan juga dokter Asri yang menanganiku langsung mengusap bahuku untuk menenangkan. Bahkan Diana tanpa berucap apapun langsung menyeka sudut mataku yang sebentar lagi pasti akan jatuh menjadi tangis. "Dua bulan sudah berlalu, Bu Dika. Tinggal sebulan lagi dan sampean bisa bertemu dengan suami lagi. Yang sabar, ya." Aku hanya berus

