"Apa anda sudah siap tuan Carter?" tanya seorang romo yang akan menjadi pastur yang memberkati sumpah pernikahan tersebut. "Hmmm...belum...sudah... maksudku.. pengantinku belum tiba romo." Sahut Carter gugup dengan suara rendah yang terdengar putus asa. "Aku di sini!" suara lengkingan seorang wanita menggema di ujung pintu masuk. Carter memejamkan kedua matanya menahan rasa malu. Sikap Asuka benar-benar memalukan. "Jaga sikapmu Asuka, atau kau akan membuat keluarga Aragones malu." Bisik Herman menasehati. Namun Asuka yang kadung tak sabar mengabaikan nasihat sang ayah. "Berjalanlah lebih cepat pa..lihat Carter sudah menungguku di depan sana." Bisik Asuka tak sabar. "Apa kau lupa aturannya Asuka? pengantin wanita harus mengikuti irama musik yang ada." Tegur ayahnya mulai merasa tak ny

