Asuka berjalan dengan sedikit tergesa, membuat sang ayah kesal. "Bisakah kau berjalan dengan cara yang lebih anggun selayaknya seorang pengantin, Asuka?" omel Herman yang terpaksa harus melebarkan langkahnya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan sang anak. Bagaimanapun ia bertugas untuk mengantar sang putri menuju altar. Namun Asuka seperti orang yang sedang di kejar setan. Berjalan tanpa peduli pada gaun indah yang ia kenakan harus terpijak-pijak oleh sepatunya. "Cepatlah pa, aku tak sabar mendengarkan Carter mengucapkan janji sumpah setia kepadaku. Jangan membuang waktu dengan berjalan seperti siput malas!" hardik Asuka sengit. "Perlahan saja sayang.. lihat makeup mu bisa luntur jika kau berkeringat." Tegur sang ibu lembut , ia yang khawatir mood suaminya berantakan. "Ma! lebih baik m

