Bab 32

1524 Kata

Setelah melalui berbagai ujian dalam hubungan pernikahan mereka beberapa tahun lalu. Carter nampaknya mulai bernafas lega. Meski maaf sang istri belum ia raih, paling tidak wanita itu kini telah kembali ke sisinya. "Makan ya, aku suapi?" tawar Carter penuh perhatian. Ia sudah mengetahui kondisi sang istri yang tak boleh merasa kelelahan. Baik fisik maupun mental. "Aku tidak lapar," tolak Mentari menatap lurus ke depan. Ia sedang tak ingin melihat wajah menyebalkan Carter saat ini. Entah mengapa, ia masih merasa kesal bila mengingat pria itu pernah berbagi hari indah dengan wanita lain. Cemburu rupanya lebih berat dari beban hidup. Carter menarik nafas panjang, ia tau sifat keras kepala istrinya tak akan mudah luluh hanya dengan menawarkan sepiring makanan. "Aku tak ingin kau sakit saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN