Insiden Butik

1685 Kata

40. Insiden Butik  Karna yang kebetulan sedang mengancingkan ujung kemejanya langsung bertemu tatap dengan Ajeng. Kemudian pada Naren dan Ibu Ratu. Sebalah alis tebal cowok itu langsung terangkat tinggi. “Ada apa ini kok ramai-ramai?” Ajeng merapat ke meja tinggi di sampingnya untuk mencari pegangan. Semua pikiran buruk langsung berputar di kepala. Bagaimana bisa Karna yang jadi calon suaminya? Bagaimana dengan Dinda? Apa ini ada hubungannya dengan pertemuan cewek itu dengan Naren di kafe? Atau yang paling buruk, bagaimana jika Naren dan Dinda memutuskan untuk menikah? Lutut Ajeng terasa lemas. Ia memegangi kepalanya yang mendadak pusing. Rasanya masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Bisa nggak sih Ajeng balik ke satu bulan yang lalu? Ajeng benar-benar ingin mengubah keputusannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN