Penyesalan Yang Terlambat

1541 Kata

36. Penyesalan Yang Terlambat   “Kamu sebenernya ada perasaan sama Naren enggak sih?” Aksa bertanya ketika tangisan Ajeng sudah mereda. Mereka masih duduk di sofa yang menghadap langsung ke arah taman. Pandangan Ajeng menerawang pada bunga-bunga mawar yang merekah di sisi kanan taman, bunga kesukaan Sang Mama. Suara Ajeng masih terdengar serak. “Aku nggak yakin Mas. Tapi setelah tahu kenyataan bahwa Naren enggak hianatin kepercayaan aku, rasanya kayak ada yang kosong, ada yang hilang. Nyatanya aku udah terbiasa sama kehadiran Naren selama di keraton. Apa itu bisa disebut cinta?” Aksa menatap Ajeng lekat. “Sekarang Mas tanya sama kamu. Apa arti Naren buat kamu?” “Dia...” ucapan Ajeng menggantung. Hatinya sibuk memindai jawaban. “Aku nggak pernah ngerasa kayak gini sama cowok lain sebelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN