35. Perlahan MengertiNaren membuka jasnya dan menghempaskan tubuh ke atas kasur. Dua minggu ini Naren benar-benar sibuk mengurus pabrik. Ada beberapa orang kepercayaan ayahnya yang berkhianat dengan menggelapkan uang perusahaan. Maka dari itu, harus Naren sendiri yang turun tangan karena Sang Ayah sama sekali tidak bisa diandalkan. Awalnya mungkin Naren malas mengurus pabrik karena ia sama sekali tidak mau ikut campur dengan harta ayahnya. Tetapi semakin ke sini, Naren jadi punya tanggung jawab pada ribuan karyawan yang menggantungkan hidup dari pabrik. Mulai dari petani kakao hingga manajemen puncak. Dan Naren tak bisa begitu saja melepaskan pabrik Tamawijaya Group hingga dipermainkan oleh orang lain. Karena itulah Naren buru-buru pulang ke Bandung. Kebetulan saja waktunya bersamaan deng

