34. PenjelasanAjeng pulang ke rumah dengan langkah berat. Sejujurnya, Ajeng rindu dengan suasana rumah. Dengan omongan cerewet mamanya, dengan muka masam Aksa ketika dijahili, juga sikap tegas Ayah Edogawa. Hanya saja, Ajeng takut jika kehadirannya hari ini akan membuat wajah-wajah itu berubah kecewa. Selama hidup, Ajeng tak pernah sekalipun membuat mereka bangga. Yang ada hanya Ajeng yang seringkali membuat malu karena berkali-kali gagal menjalin hubungan. Sebenarnya apa kesalahan Ajeng di masa lalu hingga ia seperti sedang menjalani karma? Percakapan terakhirnya dengan Naren tak berjalan baik. Pria itu buru-buru pergi setelah menerima panggilan. Bahkan setengah burgernya masih belum habis. Naren bilang, ia ingin bertemu lagi dengan Ajeng minggu depan untuk menyelesaikan semuanya. Tidak

