29. Jawaban? Suasana mendadak hening setelah Naren bersuara. Naren masih menatap Sashi lekat-lekat, mencoba untuk membaca ekspresi cewek itu. Tapi Sashi justru terdiam seperti patung. Kerongkongan Naren mendadak kering, jantungnya berdebar keras. Kenapa menunggu jawaban Sashi lebih menegangkan ketimbang mendengar pengumuman kelulusan pas SMA? Naren sebenarnya sudah siap mendengar penolakan Sashi. Cewek itu pasti mengiranya gombal atau cuma bercanda. Padahal Naren sudah siap dengan cincin di saku celananya kalau Sashi setuju. Oke, ini memang agak terlambat. Tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali kan? “Kamu mau tahu jawaban aku?” nada suara Sashi terdengar begitu lembut di telinga Naren, seperti alunan nada dari surga. Cewek itu balik menggenggam tangan Naren dan mencondongkan wa

