43. Prosesi Pernikahan Rangkaian upacara adat menjelang akad nikah membuat kepala Ajeng mendadak pusing. Semua hal sudah dipersiapkan oleh Eyang dan dibantu oleh para Abdi dalem, juga keluarga besar Naren. Ajeng dan keluarganya hanya tinggal duduk manis, mendengarkan, serta menuruti semua yang mereka ucapkan. Dan jelas, orang paling bahagia dan antusias di sini adalah Ibu Ratu. Bahkan Ajeng sudah tidak bisa menghitung berapa banyak senyum dan tawa lebar yang ibu Ratu keluarkan hari ini. Ajeng baru saja selesai dirias. Sebuah kemben batik melekat indah di tubuhnya, beserta rangkaian bunga melati yang menutupi dari bahu hingga perut. Ia akan segera menjalani ritual siraman. Tapi sebelum itu, ada acara sungkeman, yaitu meminta restu kepada orangtua sebelum menikah. Saat melihat Mama dan Ay

